Bidak-bidak Rasa
H-1297 Gurusiana
Bidak-Bidak Rasa
Ruang kerja merupakan tempat yang paling banyak menyimpan memori. Dari tahun ke tahun tak dapat dihitung banyaknya rasa yang dialami. Tempat yang paling nyaman mengasyikkan. Tempat yang paling rawan menyakitkan. Di balik tempat sebagai ladang pengetahuan dan ladang pencaharian.
Di ruang ini banyak menemukan bidak-bidak wayang dengan peran yang beragam. Ada yang gila kerja, hingga tak ada waktu terbuang selain untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ada yang datang santai sekadar menggugurkan kewajiban. Ada yang merasa karyawan paling disegani sambil pamer banyaknya kekayaan. Ada yang tebar pesona hingga menjadi bahan ancaman gibah. Ada juga yang hanya mengeluhkan bahwa pekerjaan sebagai beban yang memberatkan. Dia lupa bahwa pekerjaan itu dia yang minta. Dia yang melamar. Bukan pekerjaan yang melamar dia. Dan saya entah termasuk pada kategori yang mana.
Seringkali hari dibuat gurauan. Atau waktu dibuat candaan, bahkan hati dibuat permainan. Hingga jarang terbaca bahwa langkah bidak-bidak itu menumbuhkan luka di hati, walau sering diartikan sebagai sesuatu yang tak harus disikapi. Bahkan ada yang menutup telinga dari masukan atau kritikan yang sebenarnya untuk menyelamatkan diri dan martabatnya. Persetan dengan harga diri. Yang penting diri merasa senang.
Yang lebih parah, kadang ada sikap yang sengaja rela menjadi ikon polos. Tanpa merasa dosa semu yang dilakukan seolah dalam batas kewajaran. Padahal dia paham, sebenarnya yang dilakukan sebuah kekeliruan. Namun sering mengatasnamakan kekeliruan, ketidakberdayaan, atau merasa menjadi individu yang ingin selalu dimaklumi. Melahirkan bidak-bidak rasa yang hampa yang mengisi suasana hati.
Gelak tawa, tangis, menyatu dalam paduan rasa yang akan dirindukan. Mungkin sesekali perlu ada reuni. Sekadar untuk mengetahui bahwa bidak-bidak rasa itu masih terpatri dalam sisi-sisi hati dan masa yang terus tergilas dan tersisihkan seiring waktu berlalu.
Cilegon, 13 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan