Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Diskusi Jelang Buka Puasa Puasa itu Sehat

Diskusi Jelang Buka Puasa Puasa itu Sehat

H-1305 Gurusiana

Diskusi Jelang Buka Puasa: Puasa itu Sehat

Walaupun hanya berdua, kami selalu berbagi cerita. Berbagi pengalaman, dan berbagi ilmu. Maraknya berbagai jenis postingan di media sosial bagai memegang dua sisi mata pisau. Di satu sisi memberikan berbagai ilmu pengetahuan dari berbagai sudut pandang. Di sisi lain jika tidak bijaksana menyikapinya akan tergelincir pada kesesatan.

Seperti pada diskusi sore hari ini, menjelang berbuka puasa, suami saya melihat sajian dengan rasa manis. Es kelapa, pisang coklat keju, rebusan sereh jahe dengan gula, kurma, dan dodol Garut. Dia bilang bahwa ada keterangan ahli kesehatan, berbuka dengan kurma pun tidak sehat.

Sejatinya, jika merujuk pada perilaku Nabi, berbuka dengan yang manis. Bukan berarti semua sajian manis itu harus dibabad habis. Tetapi dalam takaran yang patut. Nabi berbuka cukup dengan satu buah kurma. Nah kita, kurmanya lima disatukan dengan es campur. Bakwannya abis lima, belum makan nasi dalam jumlah banyak dengan lauk pauk yang beragam juga. Bagaimana tidak memicu penyakit kalau segala jenis makanan masuk di perut dalam satu waktu.

Padahal puasa dalam Islam bertujuan sebagai masa pemeliharaan, pembersihan, merefresh badan agar mengeluarkan berbagai penyakit dan membentuk imun pada tubuh. Tapi jika pola makan dalam berbukanya tidak tepat, maka tujuan itu tidak akan tercapai.

Hal ini senada dengan dalil Al-Qur'an pada Surat al-A'raf, ayat 31. "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan" Ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Sina, dalam kumpulan kalimat: "Kukunoulkan inti pengobatan hanya pada dua bait. Kata-kata yang baik terletak pada ungkapan singkat. Kurangi makanmu, dan berhentilah sesudah itu, kesehatan tubuh terletak pada perut yang kempis. Kondisi yang paling membebani diri ini, kalau ia diisi dengan makanan terus menerus."

Jadi jangan menyalahkan dan mempermasalahkan jenis makanan yang disajikan. Tapi kita sendiri yang harus menyesuaikan. Makan itu secukupnya. Jangan berlebihan. Karena apapun yang berlebihan akan mendatangkan mudarat. Jadi nikmati makanan tanpa berlebihan. Jauhi mubazir, karena itu perbuatan setan.

Cilegon, 21 Februari 2026.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post