Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hari-hari Menjelang Purna

H-1285 Gurusiana

Hari-hari Menjelang Purna

"Suasana kantor pagi itu masih sama. Hening tak ada suara. Karena baru saya yang tiba. Memulai hari dengan berkhidmat kepada Sang pemilik raga dan rasa, dengan empat raaat salat Duha, menjadi pembiasan yang tak pernah diabaikan.

Aroma kopi yang akrab, mulai tercium, menandakan kehadiran saya sudah ada yang menemani. Senyum sapa, salam khas kami mulai terulur dari sau tangan, ke tangan lain. Hingga ruangan ini menjadi lengkap.

Tumpukan berkas yang menanti tanda tangan, satu persatu mulai kelar. Layar laptop yang tak pernah mati, menjadi pemandangan menarik, saat jemari yang sudah tak lentik masih giat menari. Melahirkan irama nafas yang tersenggal sesekali. Kadang diwarnai dengan aksi menikmati camilan gratis yang disediakan teman-teman, dan minuman yang menambah energi.

Namun akhir-akhir ini ada yang bergemuruh di dada saya. Kalender kecil yang terletak di meja saya, serasa lebih cepat minta diubah. Jam di dinding yang terletak di depan saya, seolah berdetak lebih kencang, menghitung mundur hari-hari menuju sebuah garis yang disebut 'Purna'.

Selama kurang lebih tiga puluh dua tahun, identitas saya melekat pada seragam hitam putih Kementerian Agama, pada jabatan yang tertulis di papan meja, dan pada langkah kaki yang selalu terburu-buru mengejar tenggat waktu presensi. Yang kadang membuat hati kesal karena server tak berjalan sesuai harapan. Lalu, kini muncul pertanyaan yang membisik. Siapakah saya tanpa semua atribut ini?

Di antara teman mungkin ada yang masih menganggap bahwa lembaga pengabdian ini sekadar mesin uang. Yang setiap bulan memanjangkan ruh kehidupan. Namun bagi saya, lembaga pengabdian merupakan kancah yang mendewasakan dalam berpikir dan bertindak. Memahami arti sebuah amanah dan tanggung jawab, yang akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia dan di mata Tuhan. Sejak awal tugas hingga selesai atau purna.

Banyak yang bilang purna tugas adalah istirahat panjang. Dan bagi sebagian yang lain terasa seperti tebing curam. Ada ketakutan akan sunyi, ada kecemasan akan hilangnya fungsi.

Namun menurut saya, tidak perlu berkecil hati. Purna bukanlah akhir segalanya. Bukan alenia akhir sebuah karir. Melainkan perjalanan baru pada dunia yang selama ini sering dilupakan. Dengan alasan pembenaran pada sesuatu yang tak seharusnya dijadikan alasan. Di ambang purna, saya ingin mekanisme kerja saya lebih terpola. Agar rakam jejak saya tak ada rapot merah yang membuat saya meninggalkannya dengan kondisi tak berarah. Saya ingin meninggalkannya dengan lenggang langkah tenang. Yang membuat dunia iri saat mengenang.

Cilegon, 1 Februari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post