Jabatan Hanya Titipan, Hidup Hanya Pinjaman
H-1289 Gurusiana
Jabatan Hanya Titipan, Hidup Hanya Pinjaman
"Dulu saya bekerja karena ingin dunia melihat saya. Sekarang saya purna agar saya dapat melihat dunia yang sesungguhnya"
Kita sering kali lupa, bahwa selama puluhan tahun, hidup kita hanya sedang memerankan sebuah peran. Melakukan adegan kisah dengan identitas nama yang tertera di balik meja, dan tanda tangan yang menentukan sebuah keputusan besar, hingga hormat yang kita terima di lorong-lorong kantor, itu semuanya adalah titipan.
Layaknya barang titipan, ia punya masa berlaku. Ia bisa diambil kembali oleh pemiliknya kapan saja Dia mau, atau dalam kasus kita,jabatan dan pinjaman harus dikembalikan saat waktunya tiba.
Tidak perlu menangisi yang hilang. Karena dia akan kembali dalam bentuk yang lain. Menangisi jabatan yang hilang adalah seperti menangisi barang titipan yang diminta kembali oleh pemilik aslinya. Sia-sia tak ada guna. Merusak nilai ikhlas pada diri kita.
Mengapa melepas jabatan dan mengembalikan titipan sangat berat, padahal melelahkan dan sia-sia. Justru, keberhasilan sejati bukan terletak pada seberapa lama kita memegangnya, melainkan pada seberapa bersih kita menjaganya hingga saat pengembalian itu tiba.
Namun, ada yang lebih mendasar dari sekadar jabatan, yaitu hidup itu sendiri.
Jika jabatan adalah titipan dari institusi atau sesama manusia, maka hidup adalah pinjaman dari Sang Maha Pencipta. Nafas yang kita hirup pagi ini, detak jantung yang masih berdegup tenang senja ini, serta sisa waktu yang masih kita miliki tanpa gangguan urusan kantor, adalah modal yang dipinjamkan kepada kita untuk diselesaikan dengan baik hingga masanya.
Purna tugas adalah momen untuk berhenti mengurus "titipan" dan mulai merawat "pinjaman".
Kini, saat tangan kita tak lagi menggenggam stempel atau berkas penting, tangan ini menjadi lebih ringan untuk menengadah. Kita menyadari bahwa ketika "titipan" itu berpindah, kita tidak menjadi kosong. Kita justru menjadi lebih utuh, karena akhirnya kita punya banyak waktu untuk menjaga "pinjaman itu" (jiwa dan raga kita) agar bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan damai dan penuh rasa syukur.
Antara titipan dan pinjaman ada konsekuensi yang harus di pertanggungjawabkan. Yaitu merawat dan mengembalikan kepada pemiliknya. Saat waktunya telah sampai.
Garut,5 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan