Post Power Siydrome Merasa Tidak Berdaya Setelah Purna itu Manusiawi
H-1287 Gurusiana
Post Power Siydrome: Merasa Tidak Berdaya Setelah Purna, itu Manusiawi.
Suatu kondisi yang mendera seorang yang berakhir masa jabatan, diantaranya merasa tidak berdaya. Mereka kadang menganggap hidupnya setelah purna menjadi beban. Baik beban negara, beban masyarakat, maupun beban keluarga. Itu manusiawi. Karena kondisi sebelumnya sangat kontra.
Waktu yang berputar selama dua puluh empat jam, sedetikpun tidak ada yang terlewatkan. Merasa menjadi manusia super sibuk yang tak ada waktu luang untuk selain urusan pekerjaan. Maka setelah purna mereka terancam kesepian.
Sulitnya menerima kenyataan bahwa dirinya tidak lagi memiliki otoritas, kekuasaan, jabatan, atau rutinitas kerja seperti hari-hari sebelumnya.
Bayang-bayang masa lalu yang identik dengan jabatan, dengan kenyataan hampa masa kini yang harus dilalui, sulit diterima. Timbul gangguan mental dalam menghadapi perubahan drastis dalam berinteraksi sosial.
Hidup dengan mengisi waktu luang yang teramat panjang, tentu memelahkan. Pikiran menjadi kosong. Kehilangan orientasi untuk menemukan kembali alasan bangun pagi tanpa ada tuntutan pekerjaan.
Ketika jam dinding menunjukkan waktu pukul 07.00, namun masih terlihat sang anak yang berseragam sekolah masih santai di meja makan, menikmati hidangan sarapan nasi goreng dan omelet telur yang setiap pagi disediakan. Darah di kepala menjadi naik. Meracau memarahi anak karena dianggap tidak disiplin. Harusnya sudah berada di dalam ruang belajar. Bergelut dengan media dan materi pembelajaran. Bukan santai menikmati makanan enak sajian dan bermalas-malasan. Di matanya hanya melihat kemalasan. Suara keras dan amarah mulai memuncak, meminta sang anak segera berangkat sekolah.
Dalam hatinya memelas. Mengalami kesedihan yang mendalam. Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya sangat disukai dan menyenangkan. Serta merasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Bahwa generasi setelahnya tidak mampu bekerja seperti dirinya.
Akhirnya tidak dapat menikmati tidur. Tidak nyenyak atau bahkan sulit tidur. Mengalami banyak keluhan fisik. Mulai sering sakit kepala, gangguan pencernaan, bahkan mengakibatkan tekanan darah tinggi. Kemudian itu semua dijadikan alasan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Jiwanya terguncang, lebih sensitif. Mudah marah dan gampang tersinggung. Orang di sekitar Dia menghadapinya dalam posisi yang serba salah.
Kondisi demikian seharusnya tidak terjadi.
Pelan-pelan belajar melepaskan, berdamai dengan kesunyian. Mengubah haus akan pengakuan menjadi kecukupan diri.
Sebelum masa purna itu tiba. Pemerintah telah mengedukasi untuk siap kehilangan jabatan. Untuk siap mengalami berbagai perubahan. Dibekali wawasan dan bekal merawat diri, menjaga kesehatan fisik. Mengembangkan aktivitas baru yang menyenangkan. Belajar menyiapkan diri secara matang, menjaga kesehatan, serta mengilah finansial agar tetap berkecukupan, dalam versi yang dianggap mulai kurang.
Pelan-pelan dipaksa melepas atribut kebesaran. Pelan-pelan mere-branding menjadi sosok yang tetap dihargai karena karakter. Bukan karena jabatan. Mengenakan jati diri yang lebih jujur. Mengeksplorasi hobi, pengabdian masyarakat, atau mengembangkan bisnis kecil yang dulu sempat tersendat . Menyusun rutinitas baru, Membangun struktur hari yang produktif namun tanpa tekanan.
Jika hasil edukasi itu diimplementasikan, akan mudah memahami gejala, penyebab, dan solusi pencegahan terjadinya Post Power Siydrome, maka akan membantu dirinya sendiri atau orang lain agar tidak terjebak dalam ancaman purna yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.
Cilegon, 3 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan