Malam Nuzulul Qur'an Langit Siram Kota Baja
H-1320 Gurusiana
Malam Nuzulul Qur'an Langit Siram Kota Baja
Sudah beberapa hari hujan menderas si malam hari. Namun sekadar menyiram memberi kesejukan pada semesta.
Di tengah umat muslim melaksanakan puasa, memasuki hari ke 17, bertepatan dengan peristiwa Nuzulul Qur'an, Kota kami terendam. Hujan yang mengguyur sepanjang malam dengan volume air yang mengkhawatirkan, membuat kami berjaga semalaman tak memberi kesempatan mata terpejam. Hujan yang bagai ditumpahkan sekaligus membuat beberapa bagian kota kami terendam. Di tengah peringatan Nuzulul Qur'an, di mana-mana diwarnai dengan jerit tangis para korban.
Teringat enam tahun yang lalu saat Cilegon menjadi lautan. Karena banjir merata merendam kota baja. Khwatir hal itu kembali terjadi, kami tak bisa abai.
Malam ini hujan angin kembali melanda. Sambaran petir dan semburat kilat memberi cahaya sementara pada langit yang sangat gelap. Saya yang tidak salat tarawih di masjid, melihat langit seakan marah. Seakan menghukum kami atas dosa yang kami abai bertaubat.
Sendiri menambatkan bait-bait doa di setiap akhir sujud, meminta keselamatan untuk semuanya di manapun. "Tuhan jangan hukum kami atas kelalaian ini. Ampuni segala khilaf. Dan jadikan kami bagian dari hamba yang hanya menggantungkan hidup kepada-Mu.
Cilegon, 8 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
