Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menjaga Jarak

H-1320 Gurusiana

Menjaga Jarak

Dalam kehidupan sehari-hari tidak bisalepas dari sosialisasi dengan org sekitar kita. Selama bersosiisasi itu kita membangun harmonisasi dengan orang-orang di sekeliling kita. Tawa, canda, kadang dilakukan kebablasan walau dalam kontek candaan. Tidak jarg hal seperti itu berdampak pada ketersinggungan. Ketersinggungan itu melahirkan rasa sakit. Dan bagi sebagian orang rasasait itu dirasakan begitu mendalam.

Pada akhirnya yang tersakiti memutuskan untuk menjaga jarak. Bolehkah?

Menurut salah satu sumber menyebutkan boleh menjaga jarak dengan tujuan bukan untuk memutuskan silaturahmi melainkan menjagaagar tidak disakiti berki-kali.

Apakah menjaga jarak berarti tidak memaafkan? Bukan. Melainkan menjaga hati agar tidak bertambah remuk. Karena memaafkan tidak dapat merekatkan kembali pecahan menjadi utuh. Ibarat pecahan kaca. Sekalipun direkat secra maksimal. Goresannya tida akan pernah hilang.

Cilegon, 9 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post