Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mudiknya ke Garut Makannya di Payakumbuh

Mudiknya ke Garut Makannya di Payakumbuh

H-1339 Gurusiana

Mudik ke Garut, Makan di Payakumbuh

Arus balik yang terjadi pada H+6 lebaran masih menyisakan kelelahan. Karena antrean kendaraan tak ada habis-habisnya.

Memutus kemacetan yang mengular, kami mencari jalan alternatif yang bisa dilalui hingga ke Bandung. Modal nekad, mengambil jalan pinggir, masuk ke Leuwigoong keluar Kadungora, bablas ambil jalan Cijapati, keluar Majalaya. Alhamdulillah jarak tempuh Garut-Bandung yang biasanya hanya sembilan puluh menit, ditempuh dalam waktu hampir tiga jam. Menjadi dua kali lipat.

Lamanya perjalanan menimbulkan rasa lapar. Berburu rumah makan di Bandung. Rata-rata menunggu antrean 20 orang. Akhirnya masuk di rumah makan Payakumbuh.

Rumah makan ini sangat besar, dan menunya masih lumayan komplit, serta penyajiannya cepat. Terletak di jalan Cimanuk akses Citarum. Di sanalah melampiaskan segala rasa. Lapar, lelah, dan bahagia, sebelum akhirnya mengayuh malam untuk kembali melanjutkan perjalanan lebih panjang. Perjanan panjang ini pun tidak terlalu kaku. Kehadiran si gemoy Saddam memberi suasana hangat dan menghibur. Tak apa mudiknya ke Garut, makannya di Payakumbuh. He he..

Bandung, 27 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post