Vonis Moral
H-1319 Gurusiana
Vonis Moral
Seringkali seseorang dikaitkan dengan perilaku orang dekatnya, entah itu keluarga, sahabat, atau teman komunitasnya. Mungkin ini yang bisa dimakanai dari sebuah istilah " bergaul dengan penjual minyak tanah bau minyak tanah, bergaul dengan pedagang minyak wangi, harum minyak wang." Tak melakukan tapi ikut terseret. Menjadi vonis moral yang tak bisa dihindari.
Seseorang dinyatakan bersalah, masyarakat akan menyambungkan perilaku pelaku dengan keluarganya, sahabatnya, atau komunitas organisasinya. Hukum masyarakat memang sangat kejam.
Seorang terdakwa divonis pencuri. Vonis itu tidak hanya ditanggung oleh dirinya sendiri. Melainkan diterima dan dirasakan oleh keluarganya. Orang yang divonis menjalani hukuman di penjara. Tapi seluruh keluarganya menanggung beban moral selama hidupnya. Divonis sebagai keluarga pencuri. Bahkan setelah pelaku pencurian itu dibebaskan dari penjara. Harusnya kembali kepada masyarakat sebagai manusia baru yang sudah bersih dari hukuman. Namun begitu kejamnya masyarakat menganggap kehadiran dia kembali, sebagai sebuah situasi yang harus diwaspadai.
Begitulah vonis moral, yang mungkin tidak akan terhapus hingga jasadnya tak lagi beredar di muka bumi.
Cilegon, 6 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan