Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Membangun Jiwa Berkesadaran

H-1372 Gurusiana

Membangun Jiwa Berkesadaran

Tidak semudah membalik telapak tangan mengajak orang lain memiliki mindset yang sama dengan kita. Karena setiap jiwa memiliki karakter yang berbeda. Beda kepala beda pemikiran.

Contohnya di lingkungan kerja, sudah ada tata tertib, sudah ditetapkan aturan dengan jelas. Tapi masih banyak yang memiliki anggapan bahwa aturan untuk dilanggar. Ketika diingatkan secara baik-baik, mereka jawab sengaja berlaku demikian. Dengan alasan yang menurut mereka tidak ada masalah.

Memberi contoh dengan tindakan, saya pikir lebih efektif. Tak harus banyak keluar dalil. Tapi ternyata berdampak pada cibiran dan menganggap keteladanan itu sok benar, sok taat, dan menganggap pemberi contoh itu orang yang toxic.

Hal ini boleh jadi ditunjang dengan pengawasan dari atasan yang lemah. Harusnya pegawai yang demikian mendapat teguran. Tapi ya selama tidak ditegur, mereka akan menganggap aman dan merasa benar dalam ketidaktaatan. Hal ini mengisyaratkan bahwa membangun jiwa berkesadaran tidaklah mudah. Karena secara otomatis membentuk karakter kelapangan jiwa dan kesadaran dari dalam jiwanya sendiri, selain memerangi pengaruh lingkungan yang memiliki andil besar membentuk karakter yang berseberangan dengan yang kita inginkan.

Cilegon 29 April 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post