Petir di Siang Hari
H-1345 Gurusiana
Petir di Siang Hari
Tak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa istriku sakit. Dia selalu ceria menebar tawa kepadaku dan dua anak-anakku. Tidak pernah mengeluhkan apapun, apalagi meminta sesuatu di luar kemampuanku.
Sebagai guru honorer Ayu bisa membeli kebutuhan kosmetiknya sendiri. Dengan harga yang tak pernah melebihi batas kemampuan membayar dengan uangnya sendiri. Padahal jika Dia meminta, Aku tidak keberatan memberi. Namun selalu mengucapkan "simpan uangmu untuk biaya sekolah Sani dan Sofi".
Malam itu, selepas mengantar Sani kembali ke pondoknya, tiba-tiba Ayu menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku menganggapnya karena sedang manja. Ternyata aku salah. Hingga mobil diparkir di depan rumah, Ayu tak seperti menahan rasa sakit. Aku memapahnya ke sofa. Sambil mengistirahatkan tubuh yang lelah setelah seharian mengemudi.
Setelah satu jam tiduran di sofa, Ayu memegang tubuhnya sendiri. Karena khawatir, aku bawa ke klinik. Betapa kagetnya hasil cek menunjukkan Ayu mengidap kanker. Aku panik. Tak mungkin Ayu mengidap penyakit yang aneh-aneh. Kesehariannya terlihat begitu sehat.
Besoknya aku bawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan ulang. Hasilnya di luar dugaan. Bagaimana disambar petir di siang bolong. Ayu dinyatakan mengidap kanker stadium akhir. Dirujuk ke RS Darmais di Jakarta. Hari itu juga, bersama Sofi mengantar Ayu ke RS Darmais.
Menjelang malam, sambil memanjang wajah Ayu yang tenang, aku berkabar kepada teman-teman kantor, sambil meminta doa untuk kesembuhan Ayu. Malam itu aku memeluk tubuhnya hingga pagi menjelang. Saat dokter mengabarkan jadwal kemoterapi, tiba-tiba tubuh Ayu melemah. Dimasukkan ke ruang ICU. Dan setengah jam kemudian, dokter mengabarkan Ayu telah pergi untuk selamanya.
Sambil mendekap Sofi, Aku menangis. Merasakan petir menyambar bertubi-tubi. Namun yang Aku bersyukur, Allah memanggilnya, tanpa menyakitinya.
Selamat jalan istriku. Aku mencintaimu tak terbatas waktu.
Cilegon, 2 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan