Jangan Lupa Diri
H-1392 Gurusiana
Jangan Lupa Diri
Dalam satu kesempatan saya bertemu dengan dua orang teman yang kebetulan dari dua teman tadi salah satunya telah menyelesaikan dinasnya , alias sudah purna.
Kedua orang tersebut saya ajak menikmati soto Lamongan yang menurut lidah saya cocok untuk menu makan siang. Dan keduanya pun terlihat senang.
Selama menikmati suapan demi suapan, kami pun terlibat perbincangan tentang hari-hari yang kami jalani.
Pak Rian yang masih gagah dan terlihat sangat enerjik, ternyata makannya banyak pantangan. Tidak pedas, tidak makan kerupuk, kuahnya sedikit saja karena bersantan. Sedangkan pak Arya yang sudah memasuki tahun kedua purna, lebih menikmati secara total. Begitu menikmati.
Setelah membingungkan cara menikmati hidup keduanya diperoleh beberapa perbedaan mendasar. Antara lain:
1. Pak Rian sosok orang sibuk, dan menjadikan kesibukannya sebagai tolak ukur produktif. Sehingga waktu baginya tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa menghasilkan sesuatu. Sedangkan bagi pak Arya, waktu memberinya peluang untuk dinikmati secara total. Waktu makan ya makan. Waktu kerja ya kerja. Waktu berkumpul dinikmati sebagai cara membahagiakan dirinya.
2. Bagi Pak Rian, waktu tak boleh terbuang. Tapi bagi pak Arya perlu menyeimbangkan antara energi dan waktu. Jangan sampai lupa waktu. Waktu bekerja ya fokus bekerja. Lagi istirahat jangan bekerja. Karena semua ada porsinya.
3. Bagi Pak Arya setiap momen adalah cara membahagiakan dirinya. Namun bagi Pak Rian setiap momen adalah target.
4. Nikmati setiap rutinitas dengan nyaman. Jangan lupa istirahat, jangan menunggu
5. Istirahat jangan menunggu tumbang karena kecapaian.
6. Buat harimu bahagia tanpa membandingkan kebahagiaan orang lain. Dan jadikan kegemaran setiap rutinitasmu. Tiga poin terakhir merupakan cara pandang Pak Arya yang menikmati hidup lebih bermakna setelah purna.
7. Cilegon, 19 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan