Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Khatmil Qur'an Iringi Haflatul Wada di Ponpes Al-Fath Kota Cilegon

Khatmil Qur'an Iringi Haflatul Wada di Ponpes Al-Fath Kota Cilegon

H-1404 Gurusiana

Khatmil Qur'an Iringi Haflatul Wada di Ponpes Al-Fath Kota Cilegon

Bukan hingar bingar musik yang memancing euforia, tapi lantunan Al-Qur'an zuz- 28-30 serta beberapa surat pilihan lain yang wajib dikuasai seperti surat Yasin, Al-Mulk, A-Waqi'ah Al-Fath, Ar-Rahman, dan surat Al-Kahfi, yang terus dikumandangkan oleh santri dan santriwati Pondok pesantren Alfath Kota Cilegon, yang telah menyelesaikan masa pendidikan selama 3 tahun yang menempuh pendidikan di MTs dan 6 tahun untuk yang melanjutkan ke SMA. Sebagai persyaratan pada pembelajaran akhir ditandai dengan Khatmil Qur'an.

Suasana hikmat menyelimuti area haflah panggung outdoor saat para undangan diajak serta menyelesaikan beberapa surat terakhir, pagi tadi Ahad, 31 Mei 2026. Bertepatan dengan hari ke-14 Zulhijjah 1447 .

Terpancar garis wajah kebahagiaan santri dan wali santri, menyongsong harapan masa depan mereka.

Suasana hening saat pengasuh yang sekaligus Ketua Yayasan pondok pesantren Al-Fath, KH. Khairul Anwar Fatoni, Lc. Menyampaikan amanat dan arahan terakhirnya bagi santri yang akan dilepas. Beliau mengungkapkan bahwa hidup harus memedomani 3 kompas. Antara lain:

A. Harus memiliki tujuan hidup semata-mata mencari tiga keridhoan.

1. Rida Allah dan rasul-Nya

2. Rida orang tua.

3. Rida guru.

Tidak akan berkah ilmu seseorang jika durhaka kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua dan durhaka kepada guru.

B. Teruslah menjadi pembelajar. Karena selama orang mau belajar, Allah akan memberinya kemuliaan. Ketika berhenti belajar kehinaan akan mendera.

Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa dalam sebuah keterangan dikatakan

"Tidak akan dilaknat 3 golongan, yaitu: orang-orang yang bibirnya selalu basah dengan berzikir, orang yang selalu mengajarkan ilmu, dan orang yang tak berhenti meningkatkan kualitas dirinya dengan belajar. Agar di kemudian hari menjadi orang yang banyak memberi manfaat bagi masyarakat secara luas.

C. Jadilah orang yang beradab. Karena adab di atas ilmu. Jika ilmu itu diibaratkan garam, maka adab adalah tepung yang dapat memengaruhi hidup seseorang. Karena itu jagalah adab. Karena setinggi apapun ilmu, tidak memberi manfaat jika tidak beradab. Orang tak beradab tak akan punya nilai di hadapan Allah dan di mata manusia.

Setelah memberi pengarahan, santri pun dilepas secara resmi sebagai alumnus Ponpes Alfath yang menyandang prestasi membanggakan sebagai hafidz Qur'an.

Allohummarhamna bilqur'an.

Cilegon, 31 Mei 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post