MTsN 2 Kukuhkan Diri sebagai Madrasah Literasi Kongkret
H-1396 Gurusiana
MTsN 2 Kota Cilegon Kukuhkan Diri sebagai Madrasah Literasi Kongkret
Salam Literasi.
Literasi di madrasah seringkali dipahami sebatas membaca Al-Qur'an dan menulis huruf-huruf Arab. Tak banyak yang tahu kalau di madrasah memperluas definisi literasi tanpa meninggalkan keislamannya. Mengikuti kurikulum pada umumnya. Mengembangkan sains, menganalisis data, mengekspresikan gagasan dalam secara lisan dan tulisan, serta menganalisis berita.
MTsN 2 Kota Cilegon, yang semula masih menjadi ikon juara lomba pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, LKBB, dan keterampilan di bidang non akademik lainnya, masih mencari bentuk pola peningkatan literasi di bidang akademik. Seiring waktu, generasi setiap tahun berubah, pemimpinpun setiap dua periode berganti. Dari pola kepemimpinan lama hingga sekarang, menemukan beberapa hambatan bahwa literasi sulit berkembang. Lemahnya budaya baca, mindset menulis dianggap sulit susah diubah, serta pemisahan antara kurikulum agama dan kurikulum umum sangat kental.
Pada dua periode kepemimpinan Dra. Hj. Furuhat, M.Pd. semua tantangan itu diubah menjadi kesempatan untuk menata wajah madrasah. Seiring berkembangnya literasi digital, beliau menghidupkan literasi madrasah yang kongkret. Melaksanakan salat duha bersama dan membaca Al-Qur'an 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, membuat jurnal literasi matari pelajaran yang dipelajari, menghidupkan majalah dinding sebagai media publikasi kegiatan madrasah, dinilai tepat untuk memotivasi siswa menulis.
Perjuangan mengubah madrasah yang berdedikasi di bidang literasi ini tentu tidak mudah. Memilih dan melatih guru sebagai model literat, perkuat koleksi dan peran perpustakaan, merupakan jantung dari literasi. Menjadikan pustakawan bukan sekadar penjaga buku, tapi diberi pelatihan agar terlibat langsung dan turut bertanggungjawab dalam membumikan literasi.
Selama periode kedua ini, MTsN 2 Kota Cilegon, berhasil mengukuhkan diri sebagai madrasah pengembang literasi. Bukan saja pada baca tulis, tetapi pada bidang sains dan teknologi. Juara robotik nasional yang baru saja diraih di bulan Mei ini, peraih kompetisi bahasa Arab, keikutsertaan pada program Mayres, menjadi bukti nyata mewujudkan madrasah literasi. Beberapa guru bahkan sebagian besar menjadi guru penulis, yang terus membidani lahirnya banyak buku antologi, hasil kerjasama dengan salah satu penerbit di provinsi Banten. Yang otomatis menambah koleksi perpustakaan.
Peningkatan literasi di madrasah bukan berarti meninggalkan karakter keislaman. Melainkan memperkuat literasi yang mampu memahami warisan keilmuan dari nilai-nilai Islam yang dikembangkan dengan cara yang dipahami dunia kini.
Cilegon, 23 Mei 2026

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
