Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tentang Bahagia di MasaTua

Tentang Bahagia di MasaTua

H-1381 Gurusiana

Tentang Bahagia di Masa Tua

"Setiap penyakit ada obatnya. Kecuali dua hal. Tua dan kematian" (alhadits).

Menyoal masa tua, banyak yang mendefinisikan kondisi tidak berdaya. Kenyataannya banyak yang menjalani masa tua dengan kondisi sangat sehat dan aktif. Bahkan produktif. Tentu hal itu tergantung pada dari cara bagaimana kita menikmatinya.

Suatu hal mengejutkan dalam seminar tata kelola keuangan negara, menjelaskan bahwa lansia dianggap beban negara. Walaupun status itu diperuntukkan bagi para lansia pensiunan yang diupahi negara, tetapi seakan menampar seluruh lansia pada umumnya. Karena tidak semua lansia menjadi beban negara. Banyak lansia yang justru kekayaannya tidak diperoleh dari pajak negara tetapi dapat menghidupi lebih dari sepuluh keturunannya. Dan mereka dapat menikmati hidupnya dengan kesejahteraan dan kebahagiaan.

Di salah satu tempat wisata , saya pernah melihat satu rombongan tour yang beranggotakan para lansia didominasi oleh peserta perempuan. Saya taksir usianya sudah di atas tujuh puluh tahunan. Tapi mereka masih tampil energik meski ada satu dua yang jalannya dipapah temannya. Namun penampilannya mengalahkan generasi muda pada umumnya. Mereka memakai stelan jeans, sandal selop berhak 3cm, mengenakan kacamata hitam, tas selempang mini, topi ala Lady Diana yang lebar menutupi tubuhnya dan tak lupa tangnnya tak lepas dari kipas tangan yang sangat besar. Menunjukkan mereka bukan dari kelas abal-abal.

Datang ke gedung aula yang menyediakan sarana karaoke. Mereka langsung action, menyanyikan lagu-lagu tempo era 70-80an. Mereka menyanyi dengan suara lepas, berjoget, dan berebut saweran dari sesamanya.

Setelah merasa penat, mereka makan, salat, berias kembali dan jeprat-jepret mengabadikan momen kebahagiaan mereka.

Dari momen itu saya melihat, kebahagiaan itu diperjuangkan dengan cara yang tidak harus mahal atau harus dilakukan secara megah. Cukup menikmati hidup bersama orang-orang yang seirama. Mungkin dengan pasangan. Mungkin juga bersama komunitas yang mungkin mereka anggap lebih menyenangkan.

Setelah puas mengabadikan momen bahagianya, mereka kembali memasuki kendaraan dan meninggalkan arena wisata.

Saya berpikir, saya akan berada di fase itu suatu saat. Dan mungkin akan memperjuangkan kebahagiaan yang sama, agar masa lansia itu bisa dinikmati dengan rasa yang menyenangkan.

Cilegon, 8 Mei 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post