Rasa di Balik Senyum
H-1409 Gurusiana
Rasa di Balik Senyum
Salam Jumat berkah.
Sudahkan hari ini Anda bersedekah? Jika belum, tersenyumlah kepada orang terdekat mu. Karena senyummu itu ibadah.
Namun yang perlu kita ketahui, bahwa senyuman itu banyak mengandung misteri. Seringkali kita melihat sosok tegar bersimpul senyuman segar. Gagah menawan seolah tak punya beban. Namun hanya dirinya yang tahu, bahwa dia sedang berjuang.
Senyum bisa menutupi segala rasa. Walaupun kata pepatah, rasa itu tidak bisa disembunyikan. Tapi faktanya seseorang bisa berdiri tegak. Bisa terlihat baik-baik saja, terkesan kuat, tetapi hatinya sedang meratap dan rapuh.
Mengapa penting untuk terlihat sempurna? Boleh jadi karena sudah terbiasa menahan segala problema sendirian. Merasa tidak punya ruang untuk berbagi cerita kepada siapa. Jikapun harus berbagi, merasa akan merepotkan orang lain. Sehingga merasa lebih baik memendamnya sendiri. Sehingga berpura-pura kuat agar terlihat sempurna.
Mengapa harus terlihat sempurna? Agar tidak terlihat lemah. Atau tidak terkesan tidak mampu berbuat sesuatu.
Akhirnya yang seharusnya senyum itu sebagai manifestasi rasa bahagia, berubah menjadi senyum penuh kepalsuan. Kepura-puraan, senyum yang dipaksakan. Padahal senyum itu manifestasi rasa, bukan?
Cilegon, 5 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan