Refleksi dari Hari Lahir Pancasila
H-1405 Gurusiana
Repleksi dari Hari Lahir Pancasila.
1 Juni bukanlah sekadar angka di kalender. Namun sebagai pengingat bahwa negeri ini pernah diuji dengan kegetiran yang paling pahit dirasakan.
Selogan Pancasila sakti, bukan soal kebal dari masalah. Justru teruji kekuatannya saat dasar negara diguncang akan akan dihancurkan. Kemudian akan digantikan dengan dasar negara hasil pemikiran yang lain.
Kesaktian Pancasila bukan soal kebal dari masalah. Justru sebaliknya. Pancasila terbukti kuat karena pernah diguncang, dihantam, mau diganti, tapi tetap berdiri. Lima sila dari Pancasila itu cukup untuk menampung perbedaan dari ribuan pulau, ratusan suku, dan ribuan keyakinan. Sehingga negara ini masih kokoh berdiri.
Kini kita tidak dituntut angkat senjata. Namun memiliki tantangan berat yang tak ringan. Memerangi hoaks yang memecah, ego yang ingin menang sendiri, toleransi yang tinggal wacana. Dan kebersamaan yang tak lagi menyatu. Menolong harus viral dulu, membantu harus di-posting. Budaya gotong royong hampir pudar. Silih asah silih asih tak nampak lagi, terusir oleh budaya gerak cepat, jemput bola, atau siapa cepat dia dapat. Nilai-nilai dasar Pancasila terkikis oleh budaya yang mengarah pada perusakan nilai Pancasila itu sendiri.
Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapinya?
Cilegon, 1 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
