Di Balik Perilaku Tertawa
H-1454 Gurusiana
Di Balik Perilaku Tertawa
Sering mendengar orang tertawa riuh sekali. Tertawa lepas seperti tak punya beban. Begitu dinikmati.
Namun tahukah bagaimana kabar hatinya setelah masa tertawanya berhenti. Ada yang ibarat lampu padam. Menyepi dan sangat tersiksa.
Tapi ada juga yang terus happy karena memang rasa hatinya selalu ceria.
Di balik semua itu. Menurut ilmu psikologi, ada yang dinamakan bahwa tertawa sebagai perisai. Dalam psikologi yang demikian itu disebutnya sebagai masking atau humor sebagai mekanisme pertahanan.
Tertawa berfungsi sebagai media untuk menutupi. Menutupi rasa kecewa, cemas dan sedih, agar tidak terlihat lemah.
Kedua, tertawa bisa berfungsi sebagai pengalihan. Mengalihkan perhatian orang lain agar tidak bertanya " kenapa Kamu, dan tidak perlu menjawabnya.
Terakhir, tertawa berfungsi sebagai pengontrol. Agar suasana tetap terasa ringan walau di dalam hatinya sedang berkecamuk perang.
Berdasarkan pendapat di atas, tertawa berarti sebuah sinyal bukan vonis. Menandakan ada sesuatu yang sedang dia jaga agar tidak rusak.
Cilegon, 20 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan