Membangun Kedisiplinan Anak dengan Komunikasi
H-1439 Gurusiana
Membangun Kedisiplinan Anak dengan Komunikasi
Seringkali kita dengar keluhan sebagian besar orang tua dalam menegakkan disiplin anak. Sering kita dengar umpatan orang tua kepada anaknya. Dibilang nakal, bandel, atau keras kepala. Namun tahukah Anda bahwa perilaku demikian itu disebabkan cara merangkul mereka yang tidak tepat. Memaksa, memarahi, atau bahkan memukul karena merasa susah diatur. Hal itu tentu menimbulkan trauma pada diri anak yang seharusnya mendapat bimbingan, teladan, dan perlindungan. Anak akan menjauh ketika orang tuanya memarahi, anak akan menjadi takut ketika komunikasi selalu diwarnai perintah dan ancaman. Padahal anak butuh figur dan keteladanan.
Saya memahami apa yang Anda rasakan. Karena saya juga mengalami hal serupa. Dinasihati sudah. Tapi tetap susah diarahkan, semakin dilrang justru melakukan secara berulang. Marah pun perilaku anak tidak berubah.
Pernahkan berpikir bahwa cara yang kita lakukan itu salah?
Ya, cara kita merangkul anak yang harus diperbaiki. Bukan dimarahi, bukan disalahkan atau diancam. Tapi bangun kedekatan melalui komunikasi yang hangat. Setiap kesalahan tidak harus dihukum. Tapi dibantu mencari solusi agar anak tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Ajak anak untuk terlibat dalam setiap pekerjaan. Beri kepercayaan untuk membangun kekuatan dan image bahwa mereka bisa melakukan seperti yang kita lakukan. Beri arahan jika ada yang menyimpang, agar tumbuh kesadaran untuk lebih berhati-hati dan fokus pada proses yang diikuti.
Beri pujian jika setiap hasil yang ditunjukkan. Jangan sekali-kali memperolok atau mengejek hasil apapun. Karena sekali anak tak dihargai, mereka tidak akan lagi percaya pada dirinya sendiri. Ini sangat berbahaya. Karena sikap mencela atau mengejek akan mematikan kreativitasnya.
Sekali lagi, jangan dipaksa tapi dibina. Bukan diancam tapi tumbuhkan harapan. Bukan dicaci, tapi bimbing dengan motivasi lebih besar. Sehingga tumbuh kepercayaan dirinya tanpa takut salah dan disalahkan. Bangun jiwa bekerja berdasarkan Kedisiplinan yang lahir dari kesadaran dirinya. Bukan berdasarkan perintah dengan target yang memaksanya bekerja tanpa rasa nyaman.
Cilegon, 6 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
