Menjemput Matahari di Kota Seribu Bunga
H-1458 Gurusiana
Menjemput Matahari di Kota Seribu Bunga
Cuaca pagi yang dinginnya menusuk tulang, membuat orang terlena dalam buaian kehangatan selimutan. Enggan menggeliat melangkahkan kaki untuk beraktivitas. Namun kesejukan alam sangat disayangkan jika dilewatkan.
Ketika Sang Surya mulai menampakkan dirinya, kehangatan mulai menyeruak membagi sinarnya untuk setiap makhluk Ciptaan-Nya.
Kami yang sengaja datang dari kota baja untuk menikmati suasana ini pun bergegas menuju lokasi tujuan utama. Tempat kami berdiskusi banyak hal. Menimba ilmu untuk pengembangan madrasah masa depan. Hingga siang menjelang. Membawa kami menyusuri tempat-tempat asri yang sarat inspirasi. Jejak kami sampai di wilayah Temanggung. Daerah penghasil sayuran yang memanjakan mata, membuat kami enggan pulang. Negeri sayur, Nepal Van Java. Namun sayangnya kami tak bisa masuk kawasan puncaknya. Karena are itu sedang digunakan komunitas lain.
Kabupaten Magelang juga tempat candradimuka para calon pasak negara, kota seribu bunga yang bersihnya bikin malu jika hidup masih abai tentang kebersihan. Membuat kami ingin menjelajah lebih jauh lagi. Mungkin esok masih ada waktu untuk kembali menikmati suasana yang menyenangkan hati.
Magelang, 25 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
