Cinta Tulus Orang Tua kepada Anaknya Belum Tentu Tepat Polanya
H-1477 Gurusiana
Cinta Tulus Orang Tua kepada Anaknya Belum Tentu Tepat Polanya.
Banyak fakta menunjukkan kegagalan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Banyak yang menganggap kegagalan itu karena pola asuh yang salah, atau karena cinta yang tidak tepat. Yang tidak bisa dibantah adalah cinta orang tua itu pasti tulus. Namun cara mewujudkannya yang belum tentu tepat. Karena setiap kepala memiliki pemikiran yang berbeda. Memiliki pola asuh yang tak sama. Tergantung dari ilmu pengetahuan yang dipahaminya.
Contohnya, anak dilarang main, makan disuapin karena gak boleh kotor, dijagakan ketat karena khawatir jatuh. Tujuannya ingin melindungi. Tapi anak jadi tidak mandiri. Tidak punya daya juang karena merasa punya sandaran. Pola asuh seperti ini menunjukkan bentuk cinta takut kehilangan.
Ada juga bentuk pola asuh yang seolah memberikan motivasi. Tapi justru mematikan. Contohnya sering di antara orang tua yang bangga dengan prestasi anaknya. Tetapi proses mencapai prestasi itu dijalani anak dengan tidak nyaman, sering diancam akan disayangi jika juara 1, akan diberi hadiah jika mendapat ini san itu. Kedengaran sangat memotivasi. Tapi bagi anak justru merasa dicintai tidak tulus. Bukan karena wujud dirinya, tapi karena ada hasil kerjanya. Pola seperti ini yang rentan menjadikan anak gagal dan merasa lelah.
Ada juga pola asuh berbasis hukuman. Jika tidak juara tidak boleh liburan. Jika tidak mengerjakan soal PR-nya, dibentak dan dimarahi. Jadi memori anak dipenuhi dengan rasa sakit. Walaupun niat orang tuanya mendidik.
Dan pola asuh yang kini mewabah adalah pola asuh memanjakan tapi tidak diperhatikan. Segala keinginan anak dipenuhi, tapi ketika anak berkeluh kesah kepada orang tuanya, tidak didengar. Orang tua tak punya waktu untuk menemaninya bermain, atau memberinya rasa aman. Pola asuh seperti ini membuat seorang anak merasa dimanja tapi tidak dibutuhkan.
Lalu pola asuh bagaimana yang menunjukkan cinta tulus sebenarnya? Tumisan selanjutnya, yaa.
Cilegon 14 Agustus 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
