Empati dan Reaksi Tubuh
H-1495 Gurusiana
Empati dan Reaksi Tubuh
Seringkali kita dengar jika anggota keluarga sakit, tubuh kita ikut merasakannya. Itu bukan dampak dari menunggu dan merawatnya. Melainkan karena empati yang kuat. Dalam ilmu psikologi disebut respon tubuh terhadap syok emosional.
Hal ini saya alami sendiri. Ketika mendengar adik saya divonis suatu penyakit yang sangat serius, tubuh saya mendadak lemas. Seolah dunia merenggut ikatan persaudaraan yang telah diikat erat.
Gejala apa saja yang bisa terjadi? Meriang dan demam. Hal ini disebabkan karena hormon kortisol dan adrenalin naik. Bisa juga dada merasa sesak dan lemah. Itu menunjukkan bahwa tubuh sedang berduka.
Selain itu gejala yang timbul adalah sulit tidur. Karena pikiran sedang khawatir.
Apa yang harus dilakukan jika hal seperti di atas, terjadi pada keluarga kita? Selain berupaya ikhtiar memohon keajaiban agar bisa disembuhkan, maka sandarkan kepada Allah, agar jiwa dan raga kita tenang.
Jangan lupa istirahat yang bagus, karena kita butuh tenaga ekstra agar bisa merawat adik kita yang sedang sakit, dan bisa memotivasi untuk kesembuhan orang yang sedang sakit.
Cilegon, 1 September 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan