Siti Jamiatu Sholihah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Membincang Tentang OMI

Membincang Tentang OMI

H-1502 Gurusiana

Membincang Tentang OMI

Masih banyak yang bertanya, apa itu OMI. Ternyata kehadiran Kementerian Agama itu, masyarakat masih banyak yang tidak paham. Mereka memahami bahwa Kementerian Agama itu melulu soal haji. Padahal haji sendiri kini sudah menjadi kementerian tersendiri. Apakah ini kelalaian lembaga, atau karena masyarakatnya menutup mata? Yang jelas ini menjadi "PR besar" bagi warga Kementerian Agama. Apalagi notabene yang bertanya ini ada di wilayah yang disebut kota santri.

Kembali lagi ke soal OMI. OMI ini merupakan nama lain dari KSM (Kompetisi Sains Madrasah) yang sudah digagas sejak tahun 2012. Selain KSM ada pula yang disebut MAYRES (Madrasah Young Researcher SuperCamp) yang digagas pada tahun 2018.

Tahun 2025 pemerintah dalam hal ini (Kementerian Agama) menggabungkan keduanya (antara KSM dan MYRES) dalam satu wadah yang disebut OMI. Jadi OMI ini terbentuk sebagai gabungan dari KSM dan MYRES.

Tujuannya untuk mencetak generasi madrasah yang unggul dalam sains, teknologi, riset, dan pengetahuan keislaman.

Soal-soal yang diberikan pada Olimpiade ini merupakan soal terintegrasi antara mata pelajaran dengan pengetahuan agama. Disajikan dalam paduan bahasa Indonesia, Arab dan Inggris Diperuntukkan bagi peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA. Belum mengikutsertakan jenjang RA/TK.

OMI dilakukan di setiap Tingkatan. Dimulai dari tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi, dan Nasional.

Adapun mata pelajaran yang diujikan, antara lain: Untuk siswa MI (Matematika terintegrasi dan IPA terintegrasi)

Untuk siswa MTs (Matematika terintegrasi, IPA terintegrasi, dan IPS teri tegrasi)

Sedangkan untuk siswa MA (Matematika terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Biologi terintegrasi, . Geografi terintegrasi, dan Ekonomi Terintegrasi).

Sedangkan bidang penelitian diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA, dengan bidang riset ekoteologi (lingkungan, kesehatan, dan Agama), bidang SSGs (pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan isu sosial), serta bidang transpormasi digital (AI, etika digital, teknologi pertanian dan kesehatan).

Semua itu merupakan upaya Kementerian Agama agar dari madrasah lahir ilmuwan yang unggul di bidang sains dan memiliki akhlak yang mulia. Bukan sekadar tempat belajar ilmu agama.

Cilegon, 8 September 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post