Menepis Anggapan bahwa Masa Purna Menjadi Tanggungan Keluarga
H-1499 Gurusuana
Menepis Anggapan bahwa Masa Purna Menjadi Tanggungan Keluarga
Tidak selalu, tapi banyak yang kehidupan setelah purna menjadi tanggungan keluarga. Mengapa demikian? Ini tergantung pada 3 hal.
1. Jika memiliki dana pensiun tapi tidak dimanfaatkan untuk investasi masa tua. Pasti sisa hidupnya akan menjadi tanggungan keluarga. Tapi jika dana pensiun digunakan sebagai modal untuk menghidupi masa setelah purna, justru sebaliknya, keluarga bisa ikut menumpang hidup darinya. Misalnya punya hasil usaha yang terus mengalir.
2. Budaya & Nilai Keluarga. Budaya berbakti kepada orang tua adalah hal yang mulia. Jadi walaupun seseorang memiliki dana pensiun, tapi tanpa diminta, seorang anak merasa memiliki kewajiban untuk berbakti kepadanya. Ini hal wajar. Bukan karena orang tuanya meminta. Tetapi keikhlasan sendiri anaknya.
3. Kesehatan dan Kebutuhan Mendadak. Kehidupan selalu diwarnai peristiwa yang tiba-tiba muncul, walaupun tidak dikehendaki. Sakit misalnya. Jika untuk berobat bisa dihandle dari biaya pensiunan. Tidak perlu melibatkan orang lain walaupun anak sendiri. Tapi jika dana itu tidak mencukupi, mau tidak mau, di titik ini akan menjadi perhatian keluarga.
Bandung, 5 September 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan