Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hampir Saja Makan Srinthil
https://abouttng.com/mengenal-cenil-jajanan-tradisional-berbentuk-bola-warna-warni/

Hampir Saja Makan Srinthil

Hampir Saja Makan Srinthil

Oleh: Siti Khotijah

Saat aku membuka WAG Dharmawanita, grup guru khusus ibu-ibu, berhamburan pesan menunggu dibaca. Kubaca sekilas, di grup sedang ramai membicarakan perbungaan. Aku langsung tertarik mengikuti meskipun hanya sebagai pembaca saja.

Kebiasaan dari grup emak-emak ini, arah pembicaraan bisa melebar ke mana-mana walaupun sebelumnya hanya fokus di satu tema. Awalnya membicarakan tanaman hias, dilanjutkan permintaan untuk “mengadopsi” anakan tanaman milik teman lain. Permintaan setengah memaksa yang dibuktikan dengan siap meggeruduk ke rumah yang bersangkutan. Sebagai guru baru di sekolah ini, aku menahan diri untuk tidak ikut meramaikan “perampokan” cara halus ini.

Aku langsung tertarik untuk membaca pesan-pesan selanjutnya saat ada salah satu teman menawarkan jasa untuk membelikan srinthil. Siapa saja yang mau menitip dibelikan, harus menuliskan nama pada daftar yang sudah dibuat. Tanpa banyak tanya, aku yang sebelumnya hanya pembaca setia langsung menulis nama di daftar itu. Tapi, tunggu dulu! Kenapa srinthilnya jadi macam-macam begitu? Ada srinthil saja, srinthil campur, dan srinthil giling. Aku bingung. Kuberanikan untuk mengirim pesan di grup. Srinthil apaan yang dimaksud di sini? Dan, aku sukses menjadi bahan tertawaan satu grup. Di daerah asalku, ada makanan tradisonal namanya cenil srinthil karena bentuknya bulat kecil persis kotoran kambing. Membaca kata srinthil, kukira itu makanan sejenis cenil tadi. Baru kutahu, srinthil yang dipesan teman-teman ternyata kotoran kambing untuk pupuk.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post