Menunggu Paket Datang
Menunggu Paket Datang
Oleh: Siti Khotijah
Sore sepulang kuliah, di depan gerbang, aku diberitahu ibu kos. Katanya, tadi siang ada paket untukku. Aku disuruh mengambilnya di rumah. Setelah meletakkan tas di kamar, kulangkahkan kaki menuju rumah ibu kos yang letaknya di belakang jejeran dua puluh kamar kos. Dengan hati gembira, aku sudah menduga-duga, pasti paket sepatu yang kupesan dua minggu yang lalu. Wajah ceriaku langsung menghilang. Ternyata paket dengan bungkus tipis yang datang. Jelas itu bukan sepatu. Dalam hati aku bertanya-tanya, apa isi di dalamnya? Perasaan aku hanya membeli sepatu. Kupastikan lagi alamat tujuan yang tertera di situ. Memang benar, tertulis nama DIFA dengan alamat kosku ini, hanya saja tidak ada nama pengirimnya. Ya sudahlah! Kuterima saja paket itu.
Sampai di kamar, tak sabar aku ingin tahu apa isi paket itu. Sret …Bret … Bret … kusobek kertas pembungkusnya. Wow, ternyata kaus cantik dengan sablonan gambar bunga sakura. Melihat bahan kausnya, pasti harganya mahal. Kupastikan lagi siapa pengirimnya, mungkin ada secarik kertas yang disertakan di situ. Nihil.
Setelah mandi, kaus hadiah seseorang itu—anggap saja seperti itu karena kemarin aku berulang tahun ke-18—kupakai. Bau toko langsung menyerobot masuk ke hidung. Jelas saja! Siapa juga yang menyuruh memakai tanpa dicuci dulu? Setelah itu, aku ikut nimbrung duduk santai bersama teman-teman di depan salah satu kamar kos. Baru saja mau duduk, salah satu mbak kos menatap keheranan. “Lhoh? Kamu punya kaus itu juga to, Dek? Nanti kalau paketanku datang, kita samaan. Maaf, gak papa, ya?” Tuuuiiiing …. Baru kuingat, ada dua nama DIFA di kosku ini. Mati aku!!
#Tantangan menulis hari ke-98
#Cerpen ke-3
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
