Menutup Tabir Kematian
Menutup Tabir Kematian
Oleh: Siti Khotijah
Sebagai menantu dari keluarga pengusaha sukses dan kaya raya, aku cukup tahu diri. Aku tidak ingin mendengar orang-orang berkasak-kusuk di belakangku membicarakan pernikahan kami. Perjalanan cinta kami memang bak cerita negeri dongeng, hanya saja yang jadi tokoh utamanya dibalik. Aku yang dari keluarga biasa-biasa saja mendapat jodoh putri cantik pewaris tunggal konglomerat urutan nomor lima di negeri ini.
Pernikahan kami baru memasuki usia satu tahun. Seorang anak juga belum lahir di tengah-tengah kami, tetapi Tuhan berkata lain. Saat kami berbulan madu romantis kedua di Pulau Hawaii, usaha agar kami segera mendapat momongan, Rheina, istri yang kusayangi itu meninggal dunia. Semua anggota keluarganya terpukul dengan berita kematian tiba-tibanya yang kukirim segera setelah ada informasi dari pihak rumah sakit perihal kematiannya.
Aku, suami Rheina, apa pun kata orang-orang yang mendengar kematiannya, harus kututup mata dan telinga rapat-rapat. Yang jelas, sesuai perjanjian di hadapan notaris dua bulan lalu, akulah yang mewarisi semua harta Rheina. Istriku itu berhasil kubujuk untuk memindahtangankan semua harta atas namanya menjadi atas namaku. Malam itu, aku pura-pura tidak tahu jika di salah satu menu makan malam kami terdapat campuran susu dan kacang-kacangan. Rheina yang alergi terhadap dua makanan itu, ditambah asma yang dideritanya, mengalami syok anafilaksis setelah memakannya. Rheina meninggal sehari setelah mengalami reaksi alergi yang parah.
Keterangan:
Syok anafilaktik atau anafilaksis adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Reaksi ini akan mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis sehingga aliran darah ke seluruh jaringan tubuh terganggu. Akibatnya, muncul gejala berupa sulit bernapas, bahkan penurunan kesadaran. Kondisi syok anafilaktik ini perlu mendapatkan penanganan secepatnya karena dapat mengancam jiwa.
(sumber dikutip dari: **(censored)**
#Tagur Hari ke-128
#Pentigraf ke-67
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
