Pukul Empat Sore
Pukul Empat Sore
Oleh: Siti Khotijah
“Pergi …. Pergi semuanya! Jangan mendekat!” Mata Lana nyalang menatap semua yang berdiri di depannya. Gadis itu menendang sekenanya saat kakak laki-lakinya hendak menyergap untuk menenangkannya. Tangisan ibunya melengking melihat anak gadis satu-satunya mengamuk tak terkendali.
Lana, gadis ceria dua puluh tahun yang berubah total perilakunya sejak sebulan lalu. Marah tiba-tiba di setiap sore ketika waktu menunjukkan pukul empat. Aneh, tetapi nyata. Tidak ada yang tahu asal mulanya ia seperti itu. Semua tetangga menggunjing gadis itu dapat “kiriman” dari salah satu pria yang pernah ditolaknya. Entahlah. Lana memang ibarat bunga mawar yang sedang mekar-mekarnya. Berwajah cantik, berkulit bersih, dan perilakunya tidak pernah aneh-aneh. Wajarlah jika banyak pria suka kepadanya. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi pada gadis cantik itu?
Sebulan lalu, sepulang dari kuliah sore itu, wajah Lana terlihat muram. Orang serumah bingung ketika esok sorenya Lana tiba-tiba menangis dan berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Tidak ada yang bisa mengorek keterangan dari mulut gadis itu. Pun orang pintar yang didatangkan ke rumah untuk menyembuhkannya. Tetapi, sore ini, rahasia sepertinya mulai terkuak. Kakak laki-laki Lana berhasil menemukan hape-nya. Masih posisi di-charge, notifikasi memberondong hape Lana. Di salah satu pesan yang dibaca kakaknya, tertulis penolakan kekasihnya untuk bertanggung jawab atas janin yang ada di perut Lana. Tepat di pukul empat sore.
#Tagur Hari ke-124
#Pentigraf ke-64
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
