Bunga Cantik dari Limbah Masker
Bunga Cantik dari Limbah Masker
Oleh: Siti Khotijah
“Assalamu’alaikum ….”
Terdengar salam dari luar. Bunda yang sedang sibuk membuat puding di dapur bergegas ke depan untuk membukakan pintu.
“Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh,” jawab Bunda.
Di depannya Arin dengan tersenyum riang hendak memeluk Bunda. Tentu saja Bunda menghindar.
“Eeeiiits … lupa ya? Ini tadi jalan-jalannya sampai ke mana saja? Mampir ke tempat apa saja? Bertemu sama siapa saja?” tanya Bunda mengingatkan. Arin terkikik menyadari kesalahan. Ayah di belakang Arin hanya tersenyum dengan kedisiplinan Bunda menerapkan protokol kesehatan di rumah.
Ayah tadi mengantarkan Arin membeli pensil warna di toko peralatan sekolah. Sekalian juga membeli beberapa buku serial Lima Sekawan kesukaan Arin. Bunda tadi juga menitip dua dus masker untuk persediaan. Nah, Ayah dan Arin sudah mampir ke banyak tempat, kan?
“Arin kan sudah mencuci tangan, Bun?” Arin masih berkelit.
“Tangan sudah bebas virus, tapi yang menempel di baju Arin? Siapa tahu ada Nona Korona nebeng di baju Arin?” kata Bunda dengan sabar . Arin menyengir.
“Maskernya?” tanya Arin sambil mencopot masker sekali pakainya.
“Maskernya harus dimasukkan ke plastik yang sudah disediakan Bunda di belakang, oke!” ujar Bunda sambil membuat huruf O dari jempol dan telunjuknya.
“Nanti jadi kan, Bun?” tanya Arin lagi.
“Oooo … jadi dong! Ayo, Ayah juga segera masuk dan ganti baju!”
Bunda sudah berjanji hari ini akan mengajak Arin mendaur ulang limbah masker sekali pakai. Setelah sebelumnya dicuci bersih dan direndam dengan cairan disinfektan, limbah masker sekali pakai akan diubah menjadi kerajinan tangan berupa bunga yang cantik.
Bunda sudah mencoba membuat satu bunga dari masker-masker yang sudah tidak bisa digunakan lagi itu. Hasilnya cantik sekali. Apalagi, masker yang dijadikan bunga itu berwarna merah muda. Kalau dilihat dari jauh, bentuknya seperti bunga mawar.
Arin sangat bangga mempunyai Bunda yang sangat terampil mengubah benda tidak berharga menjadi sesuatu yang bernilai.
Bunda selalu mengajak Arin untuk mengembangkan kreativitas. Dimulai dari hal-hal sepele dan kecil, contohnya mendaur ulang limbah masker tadi.
Bunda menjelaskan kepada Arin bahwa apa yang sudah dilakukan ini salah satu upaya untuk ikut menjaga lingkungan dari pencemaran. Limbah infeksius seperti masker akan berbahaya dan berpotensi menularkan virus jika dibuang sembarangan.
Arin mengangguk menyetujui pendapat Bunda. Arin berjanji akan lebih bijaksana menggunakan apa pun yang berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara dengan mendaur ulangnya menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat. Seperti yang akan dibuatnya bersama Bunda nanti. Bunga cantik dari limbah masker.
#Tagur hari ke-154
#Cerita anak ke-4
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
