Akhir Hidup Mbah Katemi
Akhir Hidup Mbah Katemi
Oleh: Siti Khotijah
Berita meninggalnya Mbah Katemi tiga hari yang lalu masih menjadi perbincangan hangat di kampungku. Ibu-ibu yang berbelanja di tukang sayur mengungkit-ungkit lagi cara meninggal Mbah Katemi yang katanya tidak wajar. Stroke yang diderita membuatnya menjadi “kembang ranjang” karena lumpuh. Tetapi, dini hari itu, Mbah Katemi ditemukan sudah tidak bernyawa di belakang rumahnya tepat di bawah pohon beringin. Anak satu-satunya yang tinggal bersamanya tidak tahu bagaimana cara Mbah Katemi bisa sampai di sana.
Semasa hidupnya warga mengenal sosok Mbah Katemi sebagai rentenir kejam. Kemiskinan membuat mereka terpaksa meminjam uang kepadanya. Bunga yang dibebankan jangan ditanya lagi. Bisa empat kali lipat dari uang pokok yang dipinjam. Seperti itulah hidup Mbah Katemi sebelum akhirnya kekayaannya sedikit demi sedikit habis untuk berobat.
Aku kemalaman pulang dari rumah budhe yang ada di kampung sebelah. Padahal, ibu sudah mewanti-wanti sebelum magrib aku harus sudah sampai di rumah. Prediksiku salah. Kukira karena malam Minggu, pasti suasana di jalan masih ramai, ternyata malah sepi. Sampai di jalan desa, motor kupacu pelan. Mataku tak berkedip saat melihat seorang wanita tua dengan baju lusuh dan rambut terurai acak-acakan berdiri di pinggir jalan. Mata kami tak sengaja bersitatap. Degg … aku kaget setengah mati. Mbah Katemi yang berdiri di situ. Dengan tubuh gemetaran mulutku tak berhenti membaca ayat kursi.
#Tagur hari ke-172
#Pentigraf ke-89
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
