Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Celengan Ayam Jago
ww.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/mainan/mainan-tradisional/18oxtlf-jual-celengan-tanah-liat-ayam-jago-dan-macan-cocok-untuk-kado-anak-dan-pacar

Celengan Ayam Jago

#cerita Anak

Celengan Ayam Jago

Oleh: Siti Khotijah

Usai mengerjakan tugas daring, Haikal mencari Bunda. Ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepada Bunda.

“Bun, Haikal boleh bertanya?” tanya Haikal kepada Bunda yang sedang menggoreng kerupuk.

“Tanya apa, Sayang?” Bunda menanya balik.

“Bun, boleh tidak Haikal memecah celengan ayam jago?”

“Lhoh? Kok mau dipecah sekarang? Katanya Haikal ingin membeli sepeda sendiri dari hasil menabung?” kata Bunda keheranan.

Haikal tampak ragu-ragu mengutarakan alasan mengapa celengan ayam jagonya mau dipecah.

“Memang uangnya untuk apa?” tanya Bunda.

“Eeeee … itu, Bun ….” Haikal tidak melanjutkan perkataannya.

“Celengan itu kan milik Haikal. Jadi, Haikal boleh memakainya untuk apa saja. Asalkan tidak dibuat membeli yang aneh-aneh saja,” jelas Bunda.

“Haikal mau ikut menyumbang saudara-saudara kita yang kemarin kena bencana banjir bandang di NTT itu, Bun” jelas Haikal sambil menundukkan kepala. Wajahnya terlihat sedih.

Seketika senyum Bunda merekah melihat putra sulungnya yang masih duduk di bangku kelas empat SD sudah mempunyai empati yang tinggi. Jiwa sosialnya langsung terketuk ketika melihat ada orang yang kesusahan.

Banjir bandang di NTT beberapa hari yang lalu sangat menganggu Haikal. Ia membayangkan betapa susahnya mereka sekarang yang terkena bencana. Rumah hancur dan harta benda semua hilang terbawa banjir. Bahkan, ada korban jiwa juga.

“Haikal memang anak yang dermawan dan murah hati,” kata Bunda bangga.

“Boleh kan, Bun? Haikal memecah celengan ayamnya?” tanya Haikal lagi memastikan.

“Boleh dong, Sayang. Asal Haikal ikhlas menyumbangkannya. Gak papa, nih? Sepeda barunya lewat?” tanya Bunda.

“Gak papa, Bun. Lagian, sepeda Haikal yang sekarang juga masih bagus,” jawab Haikal dengan pasti.

Satu tahun yang lalu, Haikal memang meminta kepada Bunda untuk dibelikan celengan ayam jago. Celengan ayam jago yang besar. Uangnya akan dibelikan sepeda dengan model terbaru. Tentu saja meskipun celengan ayam jagonya sudah penuh, uang yang didapat tidak seberapa. Ayah sudah berjanji akan menambahi kekurangannya.

Ayah dan Bunda hanya ingin mendisiplinkan Haikal rajin menabung sejak kecil. Menanamkan pemahaman juga bahwa Haikal harus berusaha sendiri jika menginginkan sesuatu. Tentu saja caranya dengan rajin menabung.

Hari ini Haikal sudah membuktikan manfaat menabung. Meskipun sepeda yang diinginkannya belum bisa terbeli, ia tetap merasa senang. Ia terharu karena uang itu setidaknya bisa sedikit membantu meringankan beban penderitaan saudara-saudara di NTT yang diterjang bencana banjir bandang.

#Tagur hari ke-180

#Cerita anak ke-7

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post