Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Daun Salam Tidak Bersedih Lagi
Karya Difa Nur Haliza

Daun Salam Tidak Bersedih Lagi

Daun Salam Tidak Bersedih Lagi

Oleh: Siti Khotijah

Di sebuah wadah plastik di dalam dapur, Daun Salam merasa sedih dan sendirian. Padahal, di dalam wadah itu terdapat juga Serai dan Daun Jeruk. Daun Salam hanya diam saja ketika diajak bercanda oleh teman-temannya.

“Mengapa kamu bersedih, Daun Salam? Biasanya kamu paling ceria. Selalu mengucapkan selamat pagi kepada kami setiap matahari mulai terbit. Ada apa?” tanya Daun Jeruk.

“Aku sedih, Teman-Teman. Apakah karena aku sudah kering sehingga diabaikan?” jawab Daun Salam dengan nada sedih.

“Siapa yang mengabaikanmu? Tuan kita?” Serai bertanya balik.

“Siapa lagi? Saat daunku masih hijau segar saja Tuan menggunakanku. Tetapi, setelah daunku kering kecoklatan seperti ini, aku hanya dibiarkan saja di wadah. Lama-lama kalau daunku sudah menghitam, aku akan dibuang di tempat sampah,” jawab Daun Salam. Air matanya menetes membayangkan nasib dirinya.

“Ah, kamu terlalu berlebihan. Mana mungkin Tuan akan membuangmu. Tahu tidak? Tuan kita paling sayang kepadamu. Coba diingat-ingat! Ada saatnya setiap hari Tuan mengggunakanmu untuk menyembuhkan sakitnya. Bahkan, saat memasak, sering Tuan memakai daunmu untuk menyedapkan masakan. Padahal, aku kan juga wangi,” kata Daun Jeruk.

“Iya ya? Tuan kita sakit apa, ya?” kata Daun Salam. Kali ini ada senyum yang terbit. Dia ingat, Tuannya sering merebus daunnya untuk diminum.

“Aku beritahu, ya! Pada daunmu terdapat banyak vitamin. Ada vitamin A, B6, B12, C, dan D. Terdapat juga kalium, zat besi, dan magnesium. Itu semua sangat penting bagi tubuh. Kandungan flavonoid-mu secara efektif mampu membantu menormalkan tekanan darah. Kandungan nutrisi-mu memiliki khasiat untuk mengatasi penyakit diabetes. Baumu yang khas juga bisa mengusir nyamuk lho!?” jelas Serai dengan semangat.

“Meskipun daunmu sudah kering, kamu tetap berkhasiat,” kata Daun Jeruk memberi semangat.

“Jadi, mulai sekarang kamu jangan bersedih lagi, ya!? Mungkin Tuan kita belum memerlukanmu,” kata Serai meyakinkan.

“Iya, mulai sekarang aku harus bangga. Ternyata manfaatku banyak sekali,” kata Daun salam dengan ceria.

Daun Salam, Serai, dan Daun Jeruk akhirnya tertawa gembira. Ternyata, keberadaan mereka sangat penting bagi manusia.

#Tagur Hari ke-192

#Cerita Anak ke-15

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post