Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hadiah Terindah untuk Ibu
https://id.pinterest.com/pin/663506957601632484/

Hadiah Terindah untuk Ibu

Hadiah Terindah untuk Ibu

Oleh: Siti Khotijah

Safira, nama gadis kecil itu. Fira nama panggilannya. Usianya lima tahun. Sekarang ia duduk di bangku TK A. Hobinya menggambar. Apa pun akan digambarnya. Buku tulis yang seharusnya untuk berlatih menulis huruf dan angka, habis dipenuhi gambar beraneka bentuk. Ibu tidak pernah memarahi Fira karena hal itu. Ibu selalu mengingatkan dan mengarahkan agar Fira menggambar di buku gambar, bukan di buku tulis. Gadis kecil yang rambutnya suka dikuncir dua itu selalu menyengir menunjukkan gigi kelincinya jika ditegur. Ia selalu berdalih lebih suka menggambar di buku tulis karena banyak garis di situ. Ia tidak perlu memakai penggaris jika menggambar bentuk kotak. Ibu selalu tersenyum dan mengelus kepala Fira setiap kali mendengar alasan puteri cantiknya itu.

“Fira anak Ibu yang paling cantik. Sini deh, Ibu mau bertanya,” kata Ibu di suatu sore. Fira yang sedang asyik menggambar white board segera menghentikan aktivitasnya.

“Ada apa, Ibu?” jawab Fira dengan manja. Dua kuncirnya bergoyang setiap kali ia menggerakkan kepalanya.

“Sini sebentar deh! Ibu mau tanya sesuatu ke Fira ” ulang Ibu.

Setengah berlari diselingi melompat-lompat Fira menghampiri Ibu yang sedang asyik menonton berita di televisi.

“Berjalan yang manis dong, Sayang! Masa melompat-lompat seperti kelinci gitu? Nanti kalau kakinya kesandung kan jatuh. Nangis deh,” kata Ibu mengingatkan.

“Hehehe ….” Fira hanya tertawa mendengar teguran Ibu.

“Kata Om Didi, Fira disuruh melompat-lompat biar badannya tinggi kayak Om,” ujar Fira beralasan.

“Ya gak gitu juga kali! Melompat-lompatnya sambil berolahraga, bukan di mana-mana kalau mau bergerak harus melompat, Sayang,” kata Ibu sambil tertawa.

Om Didi ternyata biang keladinya. Adik Ibu paling kecil yang sering main ke rumah dengan membawa coklat kesukaan Fira. Om paling disayangi Fira.

“Terus Om Didi bilang apalagi?” tanya Ibu penasaran.

“Fira disuruh jinjit-jinjit kayak gini supaya nanti bisa menjadi penari balet terkenal,” kata Fira sambil memeragakan gerakan menjinjit.

“Aiiiih … aiiiih, mana bisa cuma jinjit-jinjit saja tiba-tiba bisa menari balet?” tanya Ibu.

“Jempol kaki Fira sampai sakit kebanyakan jinjit,” lapor Fira. Ditunjukkannya kedua jempol kaki kecilnya ke Ibu.

“Aduh, kasihan. Sakit ya? Om Didi sok tahu ih! Eh, ngomong-ngomong, puteri Ibu yang cantik ini sebenarnya sukanya menari balet apa menggambar sih? tanya Ibu.

“Fira suka menggambar,” jawab Fira dengan cepat.

“Kalau begitu, ikut les menggambar, ya?” usul Ibu.

“Mau mau,” kata Fira. Kakinya sudah melompat-lompat kegirangan.

“Fira tahu Om Sigit teman Ayah, kan? Om Sigit punya sanggar untuk belajar melukis lho?”

“Tapi Fira sukanya menggambar bukan melukis, Bu,” kata Fira. Bibirnya merengut.

“Menggambar sama melukis sama, Sayang,” jelas Ibu dengan sabar.

“Tadi Ibu mau nanya ke Fira, kan? Nanya apa?”

“Ya ini. Ini yang mau Ibu tanyakan ke Fira. Kalau belajar di sanggar lukisnya Om Sigit, Fira mau kan?”

“Mau mau. Kapan, Bu? Besok ya? Besok kan, Bu? Horeee … besok Fira belajar menggambar. Asyiiiik ….,” teriak Fira dengan hebohnya. Kakinya melompat-lompat lagi.

“Tapi, janji. Harus sungguh-sungguh belajarnya, Oke!” kata Ibu lagi.

“Oke. Fira janji,” kata Fira mengajak “tos” Ibu.

Ibu tertawa melihat kegembiraan Fira.

Esok paginya, Ibu menemukan sebuah gambar dalam keadaan terbalik di meja rias. Ibu tahu siapa yang meletakkannya di sana. Pasti ini gambar Fira, puteri cantik yang disayanginya.

Ibu membalik gambar itu. Kedua mata Ibu berkaca-kaca melihat gambar yang ada. Gambar seorang ibu dengan wajah tersenyum. Goresan gambar Fira yang dipenuhi ketulusan. Digambar dengan hati. Di bawah gambar Ibu tertulis ucapan SELAMAT HARI KARTINI. Entah dari mana Fira mencontoh tulisan ucapan itu. Yang pasti, Ibu terharu dengan hadiah terindah dari Fira hari ini. Tanggal 21 April, hari yang dirayakan perempuan Indonesia dengan sukacita.

****

Selamat Hari Kartini untuk para perempuan hebat, Kartini masa kini!

Perempuan hebat adalah mereka yang mampu menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

#Tagur hari ke-185

#Cerita anak ke-10

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post