Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hafis yang Dermawan
https://saran.id/downloadpng/gambar-anak-islam-laki-laki-kartun-wallpaper-gambar-anak-laki-laki-muslim-animasi-info-terkait-gambar-png-wallpaper-6021ea0bd3dafc238f404abb

Hafis yang Dermawan

Hafis yang Dermawan

Oleh: Siti Khotijah

Pulang dari sekolah, wajah Hafis terlihat sedih. Ibu yang melihatnya menjadi penasaran. Tidak biasanya bocah kelas empat SD ini seperti itu.

“Hafis, sini deh! Dari tadi Ibu cuma melihat wajah Hafis yang sedih. Tidak bersemangat. Ada apa, Sayang?” tanya Ibu dengan hati-hati.

Ibu segera memanggil Hafis dan bertanya saat ia sedang memberi makan ikan-ikan hias di akuarium.

Hafis menghentikan kegiatannya memberi makan ikan dan segera mendekat ke Ibu. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“Hafis sedih, Bu,” kata Hafis. Belum ditanya apa-apa oleh Ibu ternyata Hafis sudah tidak tahan ingin bercerita penyebab kesedihannya hari ini.

“Ada apa memangnya? Tidak biasanya jagoan Ibu sedih ssekali seperti hari ini” tanya Ibu lagi. Tangan Ibu membelai kepala Hafis.

“Ibu tahu Didit, kan?” ujar Hafis.

“Teman Hafis yang yatim itu, kan?” jawab Ibu.

“Betul, Bu. Hari ini Didit tidak masuk sekolah,” kata Hafis sambil menundukkan kepala. Terlihat sekali kesedihannya saat memberitahukan itu.

“Sakitkah?” tanya Ibu.

“Tadi malam rumahnya kebakaran, Bu. Tadi kata Bu Guru, rumahnya habis terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan,” jelas Hafis.

“Innalillahi wa innailaihi roojiuun. Terus mereka di mana sekarang?” tanya Ibu.

“Hafis dan ibunya sementara ikut saudaranya yang ada di kampung lain. Bu, Hafis boleh bertanya?” kata Hafis ragu-ragu.

“Kenapa ragu-ragu begitu tanyanya?” ujar Ibu keheranan.

“Itu, Bu. Hafis mau menyumbangkan baju-baju yang masih bagus tapi tidak dipakai lagi kepada Didit. Mungkin Ibu bisa ikut menyumbang lainnya juga,” kata Hafis.

“Wah, anak Ibu yang dermawan. Cepat tanggap dengan musibah yang menimpa teman. Ibu bangga sama Hafis.”

Ibu tersenyum bangga.

“Alhamdulillah. Nanti Hafis mau membongkar almari mencari baju-baju layak pakai untuk Didit,” kata Hafis dengan semangat.

“Kalau seragam nanti kita belikan yang baru, sama tas dan peralatan sekolah juga,” lanjut Ibu.

“Terima kasih, Ibu,” kata Hafis sambil memeluk Ibu.

Hari ini Ibu benar-benar bangga kepada Hafis. Tidak perlu disuruh ternyata Hafis sudah berinisiatif untuk membantu temannya yang sedang kesusahan.

Ibu memeluk erat Hafis. Dalam hati Ibu berdoa semoga sifat dermawan dan suka bersedekahnya ini selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai kapan pun.

#Tagur hari ke-189

#Cerita Anak ke-12

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post