Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Nisa Ikut ke Pasar
https://www.hijabfest.co/2019/06/gambar-kartun-muslimah-ibu-dan-anak.html

Nisa Ikut ke Pasar

#Cerita Anak

Nisa Ikut ke Pasar

Oleh: Siti Khotijah

Hari ini Nisa ikut Mama berbelanja di pasar. Dengan naik motor, Nisa dibonceng Mama. Jarak rumah ke pasar tidak terlalu jauh. Perjalanan hanya ditempuh lima belas menit saja.

“Ma, ngebut dong! Kan, tidak ada Pak Polisi,” teriak Nisa di belakang boncengan.

“Aisshhh … Gak boleh dong, Sayang! Meskipun Pak Polisinya tidak ada, kita harus menaati peraturan. Tertib berlalu lintas harus diterapkan kalau ingin selamat berkendara,” tutur Mama menasihati.

“Hehehe … iya, Ma. Tadi Nisa bercanda kok!” kata Nisa sambil tertawa terkekeh-kekeh. Mama ikut tertawa.

Terkadang sifat jahil Nisa mendadak muncul. Masa Mama disuruh mengebut seperti pembalap Moto GP?

Sepanjang perjalanan dari rumah ke pasar, Nisa berceloteh panjang lebar tentang puasa hari pertamanya kemarin. Ia bangga karena mendapat sepuluh bintang dari Mama.

Iya, dari awal sebelum berpuasa, Mama, Papa, dan Nisa sudah bersepakat. Setiap Nisa melakukan perbuatan baik akan mendapat satu bintang dari Mama dan Papa.

Kemarin Nisa mendapat bintang pertama dari Mama karena Nisa ikut salat subuh berjemaah di musala dekat rumah. Nisa sendiri yang memaksa ikut salat. Tentu saja Mama mengizinkan. Papa dan Mama bangga karena tanpa dipaksa ternyata Nisa mempunyai kesadaran sendiri ikut salat berjemaah.

Bintang kedua, ketiga, dan seterusnya didapat Nisa karena mau mengaji usai salat subuh. Setelah itu, Nisa membantu Papa menanam beberapa bunga hias yang sudah waktunya dipecah karena sudah terlalu rimbun di pot. Nisa juga menyapu tanah media tanam bunga yang berserakan di teras rumah sampai bersih. Termasuk mau bobok siang juga mendatangkan bintang untuk Nisa. Seharian itu Nisa akhirnya berhasil mengumpulkan sepuluh bintang kebaikan. Bintang-bintang yang akan ditukar hadiah usai Nisa berhasil menjalankan tiga puluh hari berpuasa di bulan Ramadan.

Tidak terasa Mama ternyata sudah sampai area parkir motor. Nisa segera turun. Setelah menitipkan motor kepada tukang parkir, Mama menggandeng tangan Nisa masuk ke dalam pasar.

Meskipun banyak supermarket yang menjual semua kebutuhan dengan lengkap, Mama lebih suka berbelanja di pasar tradisional. Terutama kalau Mama ingin berbelanja sayur-mayur dan urusan pelengkap dapur. Harga yang dijual di pasar tradisional tentunya lebih murah daripada yang dijual di supermarket.

Nisa tadi sudah memesan menu untuk buka puasa hari ini rawon iga. Kolak pisang dan kacang hijau sebagai takjilnya. Makanya Mama pergi ke pasar untuk membeli semua bahan yang akan dimasak hari ini. Tentu saja Nisa harus ikut. Mama mengajarkan kepada Nisa akan arti sebuah proses. Jika Nisa menginginkan sesuatu, maka ia harus terlibat juga di dalamnya. Tidak sekadar meminta dan menyuruh. Dari pembiasaan seperti itu sifat bertanggung jawab Nisa terbentuk.

Setelah membeli semua bahan yang akan dimasak nanti, Mama pun mengajak pulang Nisa. Saat keluar dari pintu pasar, Nisa melihat seorang nenek tua yang duduk bersimpuh di bawah pohon. Di tangannya ada bekas kaleng susu. Ternyata nenek itu seorang peminta-minta.

“Ma, kasihan nenek itu,” kata Nisa dengan suara sedih. Wajahnya mendongak mencari Mama. Mama tersenyum. Mama tahu apa yang dimaui Nisa. Dikeluarkannya uang sepuluh ribu dari dompet dan diberikannya kepada Nisa.

“Terima kasih, Mama,” kata Nisa dengan riang. Kaki kecilnya setengah berlari menuju tempat nenek itu duduk.

Dari tempatnya berdiri Mama memerhatikan Nisa. Sepertinya Nisa tidak sekadar memasukkan uang ke dalam kaleng. Gadis kecil itu terlihat sedang mengajak bicara si nenek yang wajahnya terlihat sumringah. Nenek itu menganggukkan kepala sambil mengucapkan terima kasih. Nisa terlihat menangkupkan kedua tangannya dan membalas ucapan terima kasih si nenek.

Mama terharu dan bangga dengan sifat Nisa yang santun. Terutama juga jiwa sosialnya yang tinggi dengan bersedekah kepada nenek peminta-minta

Mama sudah mencatat beberapa bintang untuk perbuatan baik Nisa selama berbelanja di pasar tadi.

“Nisa anak yang baik,” ujar Mama sambil mengelus kepala Nisa. Senyum cantiknya merekah mendengar pujian dari Mama.

“Terima kasih, Mama.”

#Tagur hari ke-179

#Cerita Anak ke-6

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post