Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Paksaan Membawa Nikmat
Gurusiana

Paksaan Membawa Nikmat

Paksaan Membawa Nikmat

Oleh: Siti Khotijah

 

     Bisa menerbitkan buku! Itulah yang saya cita-cita puluhan tahun silam. Hobi membaca dari kecil membuat saya terobsesi untuk bisa menulis seperti pengarang-pengarang di majalah Bobo, Ananda, Gadis, Hai  serta majalah jadul lain yang pernah saya baca, dan mungkin sekarang di antaranya tidak terbit lagi. Memori masa kecil yang tetap abadi di otak saya. Tentang dunia menulis yang ingin sekali saya masuk di dalamnya.

     Menjadi seorang guru yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia tidak sertamerta membuat saya ahli dalam menulis. Saya menang teori saja. Saya hanya ahli memberi pemahaman teori menulis sampai tuntas. Saya juga ahli menilai hasil tulisan murid-murid beserta kritik dan saran untuk tulisan yang lebih baik lagi. Lhah, tulisan saya sendiri? Abadi di laptop saya karena ketidakpercayaan diri yang luar biasa besarnya. Saya selalu “ngiler” melihat tulisan teman-teman beraneka tema di media sosial. Bahkan, untuk mengunggah tulisan-tulisan lama di media soaial seperti mereka saja saya masih maju mundur maju mundur cantik. Nah, kan? jadi ingat lagunya Syahrini.

     Kesempatan itu akhirnya datang juga. Tepat di tanggal 13 Oktober 2020, pertama kali saya mengenal blog Gurusiana. Perkenalan yang dipaksa dan terpaksa! Eitttss … kok bisa? Ya bisa doooong! Baru kali ini saya mengalami sesuatu yang ”dipaksa dan terpaksa” membawa nikmat dan keberuntungan. Ibarat katak yang terlalu lama nyaman bersembunyi di tempurung, dan akhirnya bisa lepas, itulah yang terjadi pada saya. Saya seperti deja vu. Keinginan terpendam puluhan tahun silam berkobar lagi. Cita-cita sederhana agar tulisan-tulisan saya  bisa dibaca orang lain terwujud juga.

     Selembar surat tugas dari Kepala Madrasah yang berisi perintah kepada saya untuk mengikuti workshop kepenulisan belum-belum membuat saya nervous. Kepala saya dipenuhi pikiran-pikiran buruk yang bakal terjadi saat mengikuti workshop itu. Pasti deh nanti disuruh menulis. Pasti deh nanti harus mengumpulkan tulisan. Pasti deh nanti disuruh membuat laporan hasil mengikuti tiga hari workshop dari sekolah. Pasti deh pasti deh lainnya sudah membuat saya ketakutan sendiri. Keikutsertaan yang “terpaksa”, dan ternyata saya memang “dipaksa” untuk melakukan semuanya itu. Mulai dari menulis sebuah kolom yang harus disetor hari itu juga. Harus mengunduh aplikasi Blog Gurusiana yang baru kali itu saya ketahui. Lhah? Ternyata ada ya aplikasi yang khusus untuk mewadahi tulisan-tulisan para guru se-Indonesia raya? Selama ini saya ke mana saja, ya? Piknik saya ternyata kurang jauh, Saudara. Tugas ketiga yang membuat pusing tujuh keliling adalah membuat sebuah sinopsis tulisan yang akan saya terbitkan setelah mengikuti workshop itu. Lhoh … lhoh … lhoh? Ini apalagi maksudnya? Menulis tugas pertama membuat kolom saja masih belepotan hasilnya, lhah, kok, disuruh berangan-angan, membayangkan sesuatu yang tidak pasti, menulis sinopsis calon karya kita. Dikumpulkan hari itu juga! Hellooooo, gak salah nih?! Haduuuuuh, begini amat ya ternyata ikut workshop kepenulisan. Cuma ada dua kata yang berputar-putar di kepala saya waktu itu: dipaksa dan terpaksa. Untunglah ada file novel yang saya tulis sejak zaman neolitikum … hehehe … yang mungkin sudah menangis pilu karena hanya menjadi berkas abadi tanpa saya apa-apakan. Sekian tahun menjadi penghuni tetap di dalam laptop. Naskah novel yang masih karut marut. Tidak jelas alur cerita dan akhir ceritanya.

     Naskah novel itulah yang menjadi pijakan pertama saya untuk memasuki dunia literasi yang luas ini. Bermodal nekat dan keyakinan “sak uprit” yang masih tersisa, saya ikut menulis nama di deretan peserta workshop yang akan menerbitkan buku tunggal. Sudah telanjur basah, sekalian menceburkan diri saja di air. Akhirnya, tiga puluh hari mengebut menyelesaikan naskah novel yang masih jauh dari kata tamat. Alhamdulillah, Behasil. Saya sampai menangis terharu saking tidak percayanya ternyata saya bisa menerbitkan sebuah novel setebal 532 halaman. Kok bisa? Sampai sekarang saya juga bingung, kok bisa setebal itu novel saya. Terima kasih kepada Ibu Lilik Fatkhu Diniyah yang sudah mengedit naskah novel saya. Pujian beliau tentang naskah saya lewat japri WA telah sukses meruntuhkan dinding ketidakpedean saya selama ini. Menurut beliau, baru kali membaca dan mengedit naskah setebal 532 halaman, tetapi tetap asyik dan enjoy menikmati alur ceritanya. Mohon dimaafkan, saya tidak bermaksud narsis yaaaa … eh, sebenarnya iya, sih! Besar kepala sedikit … hehehe ….

     Terus, bagaimana dengan kabar kolom saya yang harus diunggah di blog Gurusiana sebagai tugas pertama? Amazing, everything, everybody …. Eits, apaan sih? Kolom berjudul “Ada Pocong di depan Pintu (Katanya)!!” ternyata dikunjungi oleh beberapa teman gurusioner. Ada jejak komentar yang menyejukkan kalbu dari mereka. Baru saya tahu di kemudian hari adanya SKSS, yaitu Saling Kunjung Saling Sanjung antargurusioner. Semangat saling memberi komentar yang bisa membawa dampak positif bagi penulis yang dikunjungi blognya. Semakin percaya dirilah saya. Tekad untuk menulis setiap hari di blog superkeren itu semakin tidak terbendung. Sambil belajar dari tulisan para gurusioner senior, saya terus memperbaiki tulisan agar layak baca dan tayang. Setidaknya tidak memalukan jika dibaca gurusioner lainnya. Tulisan-tulisan sederhana yang lahir dari ide-ide sederhana juga. Alhamdulillah, hingga hari ini, saya (masih) konsisten menulis dan sudah sampai di hari ke-186. Semoga untuk seterusnya tetap istikamah menulis.

     Gurusiana memang  “rumah penulis” yang tepat bagi penulis-penulis pemula seperti saya.  Tidak ada sekat, tidak ada hierarki siapa senior dan siapa yunior. Yang ada adalah saling dukung dan memotivasi untuk melangkah bersama membumikan literat di negeri tercinta ini. Akhirnya, siapa pun yang berani menulis, itulah sang JUARA.

 

#Tagur hari ke-187

#Lomba Guru Asia Menulis

#Versi kolom

#Persiapan menjadi 300 kata versi esai atau opini.

 

 

  

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post