Sedekah Aisyah
Sedekah Aisyah
Oleh: Siti Khotijah
Suatu hari Aisyah diajak Ibu berbelanja di pasar tradisional. Aisyah melihat seorang nenek berpakaian lusuh duduk di dekat pintu masuk. Perasaan iba kepada nenek itu membuatnya sedih. Sepanjang berbelanja membeli keperluan dapur, Aisyah lebih banyak diam. Hal ini membuat Ibu khawatir. Aisyah biasanya cerewet ikut menentukan apa saja yang akan dibeli setiap kali diajak berbelanja.
“Ais dari tadi kok diam saja? Biasanya sudah heboh minta ini dan itu ke Ibu. Ada apa?” tanya Ibu.
“Ais sedih melihat nenek yang duduk sendirian di samping pintu masuk tadi,” jawab Aisyah dengan mata berkaca-kaca.
“Iya, Ibu juga kasihan.”
“Sepertinya bukan pengemis ya, Bu? Tapi Ais sedih melihatnya,” kata Aisyah.
“Terus? Ais mau melakukan apa?” pancing Ibu.
“Ais ingin bersedekah, Bu. Siapa tahu nenek tadi memang sedang kesusahan,” jawab Aisyah.
“Alhamdulillah. Anak Ibu memang dermawan. Masih ingat nasihat Ayah kemarin, ya? Bahwa
sedekah adalah salah satu sifat yang sangat dusukai oleh Allah. Rasulullah juga pernah bersabda mengenai keutamaan sedekah yang bisa menjaga diri dari api neraka,” kata Ibu.
“Semoga sedekah Ais hari ini bisa membantu nenek yang mungkin benar-benar sedang membutuhkan uang, “ ujar Ibu seraya menyerahkan selembar uang kepada Ais untuk disedekahkan kepada si nenek saat pulang nanti.
#Tagur hari ke-191
#Ceria Anak ke-14
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
