Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senyum Chika
https://id.pinterest.com/pin/830632725024783321/

Senyum Chika

Senyum Chika

Oleh: Siti Khotijah

 

     “Chika, senyum dong! Masa cemberut saja,” kata Ibu sambil menjawil dagu Chika.

     Ibu harus mengingatkan Chika karena sejak keluar dari pintu Chika terlihat cemberut. Bibirnya maju lima senti. ABG yang masih duduk di kelas sembilan SMP itu bisanya ceria dan murah senyum. Entahlah, setelah tahu akan diajak Ibu ke rumah Tante Ria untuk mengantar pesanan kue, Chika  diam saja. Senyum yang selalu menghias bibir mungilnya sirna.

     Mumpung masih di rumah, Ibu penasaran dengan sikap Chika yang tiba-tiba saja cemberut berat.

     “Jangan-jangan nanti di depan Tante Ria masih manyun juga. Ibu kan malu,” kata Ibu.

     “Chika malas senyum, Bu,” jawab Chika ogah-ogahan.

     “Lhah, kenapa? Marah sama Ibu? Menyesal ni ceritanya diajak Ibu mengantar kue?” tanya Ibu.

     “Bukan itu, Bu. Chika malas lihat Ano. Pasti nanti mengolok-olok Chika. Sebel deh!” gerutu Chika.

     Ano adalah putera Tante Ria yang kebetulan teman satu kelas Chika. Ano selalu menggoda dengan mengatakan Chika si anak manja. Sudah besar, tetapi masih disuapi ibunya saat makan. Hal itu terjadi karena Ano pernah melihat Chika disuapi makan oleh Ibu saat ikut mamanya mengambil kue.

   Oh, iya. Ibu Chika menerima pesanan kue-kue kering dan basah untuk acara-acara tertentu. Tante Ria salah satu pelanggan tetapnya.

     “Masih sering mengatakan Chika anak manja, ya?” tanya Ibu.

     “Iya, Bu. Chika kan jadi jengkel. Terus mengumumkan juga ke semua teman-teman satu kelas. Katanya Chika masih bayi, karena masih suka disuapi kalau makan. Padahal kan tidak? Kebetulan saja Ano pas hari itu lihat Chika disuapi. Pokoknya Chika sebel kalau lihat Ano. Titik!” kata Chika dengan suara tinggi seolah-olah Ano ada di depannya.

     “Ah, Ano memang usil sih kalau seperti itu. Pasti deh sebenarnya tidak bermaksud mengejek yang gimana-gimana gitu. Ano cuma mengajak bercanda saja sama Chika. Tetapi karena Chika selalu marah-marah begitu, jadinya Ano keterusan menggodanya. Mungkin gemes kali ya, melihat bibir Chika yang monyong pas marah-marah,” kata Ibu sambil menahan tawa.

     “Iiiih, Ibuuuu … apaan sih! Awas pokoknya kalau nanti ketemu masih mengejek juga. Chika adukan ke Tante Ria saja. Biar Ano dimarahi sama mamanya,” kata Chika dengan semangat.

     “Daripada marah-marah dan membalas Ano dengan mengadukan perlakuannya kepada Tante Ria, lebih baik disenyumin aja, lagi! Dapat pahala lhooo,” kata Ibu seius.

     “Iiiih, Ibuuu … apaan, sih!” kata Chika dengan suara tertahan. Tidak rela sama sekali senyum termanisnya untuk si Ano.

     “Aduh, dari tadi kok ‘apan sih … apaan sih’? Beneran lho, Ka. Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, ”Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu”. Sedekah paling ringan yang diperhitungkan oleh Allah SWT untuk menambah pahala kita itu ya senyum itu.”

      Ibu menjelaskan sebuah hadis tentang keutamaan senyum.

     “Kalau untuk yang lain Chika rela deh senyum, tapi untuk si Ano? Pikir-pikir dulu deh kayaknya,” kata Chika tidak mau kalah.

     Chika masih tidak rela senyumnya disedekahkan untuk Ano.

     “Masih ada hadis lagi tentang keutamaan senyum lho, Ka. Diriwayatkan oleh al-Hakim yang berbunyi, "Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan pada wajahmu." Begini-begini Ibu dulu anak pondok pesantren lho, Ka!” kata Ibu bangga.

     “Wah, Ibu keren deh. Bangga Chika sama Ibu. Tahu semua tentang hadis-hadis dan siapa yang meriwayatkannya,” ujar Chika.

     “Ya tidak semuanya, Ka.” Jawab Ibu. “Makanya, nanti kalau bertemu Ano jangan cemberut saja. Setiap kali Ano mengolok-olok kamu, senyumi saja. Lama-kelamaan nanti juga bosan sendiri kalau kamu tidak menanggapi,” kata Ibu dengan bijaksana.

     “Senyum ya, Bu? Tapi kalau nanti senyum Chika tidak tulus, masih dapat pahala?” tanya Chika.

     “Mana ada sesuatu yang tidak tulus dapat balasan terbaik dari Allah. Ya yang tulus dong! Melakukan sesuatu itu harus tulus. Yang ikhlas begitu,” ujar Ibu meyakinkan.

     “Iya, deh. Tapi Chika gak janji,” kata Chika masih tidak ikhlas.

     “Iiiih, ni anak! Diberitahu kok ngeyel terus?” kata Ibu gemes.

     Tangan Ibu meraih pipi Chika dan menarik ke atas kedua sudut bibir Chika.

     “hahaha … iya iya. Nanti Chika senyum termanis buat Ano biar hatinya terkiwir-kiwir,” kata Chika sambil tertawa terbak-bahak.

     “Hussssh, kamu ini, ka! Kecil-kecil kok main terkiwir-kiwir segala!” kata Ibu ikut tertawa.

     “Ibu yakin deh, Ano akan berubah sikapnya kalau sering lihat Chika senyum. Soalnya cantiknya hilang kalau cemberut dan marah-marah begitu,” ujar Ibu dengan tersenyum.

     “Heeeemm … begini senyumya?” tanya Chika mencoba tersenyum.

     “Ah, itu sih nyeremin. Gak ada manis-manisnya sama sekali.”

     Ibu tertawa gemas melihat senyum anak tersayangnya yang 11-12 sama senyum si Joker.

     “Sudah ya? Berangkat sekarang, oke?” ajak Ibu.

     Chika mengangguk. Kali ini ia harus tersenyum meskipun nanti Ano mulai menggodanya. Seperti pada sebuah hadis yang dijelaskan Ibu tadi, kebaikan hatinya akan terpancar lewat senyuman kepada orang lain. Olok-olok dibalas dengan senyuman. Lama-kelamaan Ano pasti bosan sendiri.

     “Yesss! Rasain kamu, No! Mulai sekarang kamu akan selalu melihat senyumku,” gumam Chika puas.

     Ibu yang mendengar gumaman Chika menahan senyum.

     Ada-ada saja anak sekarang,” batin Ibu.

 

#Tagur hari ke-193

#Cerpen ke-18

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post