Terawih yang Dinantikan
Terawih yang Dinantikan
Oleh: Siti Khotijah
Anak itu berlari kecil menyamakan langkah
Kaki pendeknya tersaruk mengejar teman-temannya
Sajadah tersampir di bahu
Sarung yang dipakainya sesekali melorot
Membuat teman-temannya tertawa
Sepanjang jalan menuju langgar tercetak senyum cerianya
///
Malam ini
Ia akan menunaikan terawih pertama
Tadi siang bersama teman-teman bermainnya
Berjanji untuk berangkat bersama ke langgar
Orang dewasa yang ada di sana sudah memelototinya
Raut tak suka karena kedatanganya bersama teman-teman membuat ciut nyali
Nasihat untuk tidak ramai saat salat silih berganti mampir di kupingnya
Anak itu hanya mengangguk takut-takut
Ia hanya heran saja
Kedatangannya hanya untuk salat
Salat terawih yang sudah dinantikannya
Tapi …
mengapa orang-orang dewasa itu lebih suka ia dan teman-temannya tidak ada di sana?
#Tagur hari ke-177
#Puisi ke-18
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
