Dengarkan Hati
Dengarkan Hati
Oleh: Siti Khotijah
Dulu … dulu sekali
Bapak pernah berpesan
Jangan terlena kilau dunia
Kerlap-kerlipnya memesona
Terkadang …
kaki ingin mendekat
Tangan ingin meraih
Mata tak lekang memandang
Telinga terbuai rayuan sesat
Tapi …
Hati jangan sampai terengkuh
Jika hati bertekuk lutut di hadapan gemerlapnya
Siapkan diri untuk masuk ke lubang kehancuran
Tak ada yang paling sempurna mengingatkan diri sendiri
Kecuali suara hati yang mengajak kita kembali ke jalan yang benar
Kata bapak, aku harus menjaga hati agar murni tanpa dikotori iri hati
Jangan mengharap sesuatu yang memang tak bisa kita jangkau
Hati yang condong ke duniawi akan menjadi budak duniawi juga
Tak ada kata puas untuk memenuhi hasrat memiliki
Jadikan kata “cukup” untuk mengendalikan semuanya
Karena dunia hanya bersifat fana
Tidak abadi
#Tagur hari ke-225
#Puisi ke-31
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
