Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Si Jun, Pembawa Kebahagiaan
Dokumen pribadi

Si Jun, Pembawa Kebahagiaan

Si Jun, Pembawa Kebahagiaan

Oleh: Siti Khotijah

Suatu hari Bude Sri bertandang ke rumah Dafi membawa sesuatu. Bude Sri adalah kakak tertua ayah Dafi. Rumahnya tidak jauh dari rumah Dafi. Hanya beda kampung saja. Bocah kelas lima SD itu sangat gembira menyambut kedatangan budenya.

“Bude bawa apa itu?” tanya Dafi kepada Bude Sri. Dafi melihat tas kecil yang dibawa budenya bergerak-gerak.

“Coba tebak! Bude bawa apa?” Bude Sri bertanya balik.

“Horeeeee ….” Dafi melompat-lompat gembira, padahal belum tahu apa isi tas itu.

Bude Sri tertawa melihat tingkah laku keponakan tersayangnya yang lucu ini.

“Lhah? Belum tahu isinya kok sudah gembira ria? Memangnya apa yang dibawa Bude?” Kembali Bude Sri bertanya.

“Kucing, kan? Kucing yang kemarin Bude janjikan ke Dafi, kan?” Kali ini Dafi berputar-putar mengelilingi budenya sambil merentangkan tangan seperti pesawat terbang.

“Hei, jatuh nanti! Segitunya senengnya?” kata Bude seraya menangkap tangan Dafi agar berhenti berputar-putar.

“Ibuuuu … Bude bawa kucing oreeeeeen. Asyiiiiik,” teriak Dafi.

Ibu yang berada di dapur akhirnya ikut nimbrung ke ruang keluarga setelah mendengar teriakan Dafi.

“Aduuuuh, anak Ibu ini yaaa … selalu deh pakai teriak-teriak kalau lagi senang,” ujar Ibu.

Meong … meong … meong ….

Seekor anak kucing terlihat sedang menggosok-gosokkan badannya ke kaki Dafi.

“Iiiiiiih, geliii …,” teriak Dafi kegelian

“Tuh, kan, teriak lagi? Kucingnya takut lho nanti,” kata Ibu.

“Kok, sudah suka sama Dafi ya si Jun?” ujar Bude Sri.

“Namanya Jun ya, Bude?” tanya Dafi.

“Iya, namanya Jun. Dafi harus janji mengurus Jun dengan baik, ya! Jangan sampai kelaparan,” kata Bude Sri mengingatkan.

“Tuh, dengar kata Bude Sri! Kalau sudah berniat memelihara si Jun, Dafi harus bertanggung jawab penuh. Menyayanginya dengan tulus. Atau, jangan-jangan setelah bosan memeliharanya, si Jun dibiarkan saja?” tanya Ibu menegaskan kesanggupan Dafi memelihara si kucing oren bernama Jun itu.

“Insyaallah, Dafi akan memeliharanya dengan baik, Bu. Iya, kan, Jun?” jawab Dafi tegas.

Ternyata Jun sudah berada di gendongan Dafi dengan manja. Kucing oren itu tampak nyaman saat kepalanya dielus-elus sayang oleh Dafi.

“Tuh, kan, si Jun sudah manja sama Dafi,” ujar Dafi bangga.

“Iya, deh. Dafi nanti harus mengajak Ayah untuk membeli makanan, serta tempat pup dan pipis si Jun, ya!” kata Ibu.

“Oke!” ujar Dafi sambil mengangkat kedua jempolnya.

“Sudah mengucapkan terima kasih sama Bude?” tanya Ibu mengingatkan.

Oh, iya, lupa. Terima kasih Bude Sri. Sudah membawakan kucing untuk Dafi,” kata Dafi sambil memeluk budenya.

“Sama-sama,” kata Bude Sri sambil mengelus kepala Dafi.

****

Sejak mempunyai si Jun, sikap bertanggung jawab Dafi terbentuk. Dafi menyayangi kucing oren itu dengan tulus. Menyediakan makanan dan minumannya, membersihkan dan membuang pupnya, serta mengajaknya bermain sehingga Jun terlihat menyayangi Dafi juga.

Dafi sekarang juga jarang bermain game online di gawai. Ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan si Jun.

Ayah dan Ibu gembira melihat perubahan sikap Dafi. Kedatangan si Jun benar-benar membawa kebahagiaan untuk semua orang di rumah ini.

#Tagur hari ke-205

#Cerita anak ke-18

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post