Raffa dan Alisha (Bagian 1)
Raffa dan Alisha
(Bagian 1)
Oleh: Siti Khotijah
Braaaak ….
Pintu kelas X-1 tiba-tiba saja terbuka. Tidak dengan halus, tapi dibuka dengan dorongan sekuat tenaga. Bisa juga tendangan kaki yang beraksi. Kelas seketika hening. Gelak tawa dan teriakan dari beberapa siswi yang ada di kelas karena berebut jajan kemasan yang dilempar oleh salah satu dari mereka seketika lenyap. Kediaman mereka baru pecah saat salah satu dari yang memaksa masuk bertanya dengan nada tinggi.
“Siapa yang namanya Alisha?” Suara cewek berwajah jutek membuat Alisha yang duduk di bangku paling belakang menegakkan tubuh. Gerakannya terbaca oleh cewek itu. Dengan langkah lebar dia menuju ke Alisha. Wajah juteknya semakin menyeramkan ketika sudah berdiri di depan Alisha.
“Kamu yang namanya Alisha?” Tanpa basa-basi si wajah jutek itu bertanya. Sedikit mengkeret Alisha hanya bisa mengangguk.
“Ternyata cuma begini aja wajahnya. Kirain secantik Raisya si “Mantan Terindah” itu! Hahaha ….” Tawa yang cuma beda 11-12 dengan milik Mak Lampir yang legendaris itu membuat merinding yang ada di dalam kelas.
Alisha mendongak. Wajah si jutek ternyata cantik juga. Tapi, kelakuannya yang tidak cantik itu merusak suasana jam istirahat di kelas Alisha. Untung yang ada di kelas cuma tujuh cewek saja. Kalau ada cowoknya, pasti urusan jadi panjang. Secara siswa cowok di kelas Alisha jawara semua. Walaupun masih junior karena masih menjadi warga kelas X, tetapi tracklist mereka sungguh meyakinkan dan menjanjikan.
Meyakinkan, karena hampir separuh dari mereka mengikuti ekstrakurikuler beladiri. Pencak silat, karate, taekwondo, wushu, kungfu, tinju, bahkan di kampungnya ada yang ikut padepokan debus juga, barongsai …. Lhah? Kok barongsai? Hehehe ….
Menjanjikan, karena sebagian dari mereka prestasinya juga tidak main-main. Dari yang juara antar-RT, antardesa, antarkecamatan, antarkabupaten, regional, sampai tingkat nasional. Semuanya kumpul di kelas X-1 ini. Nah, sungguh berbahagialah para cewek di kelas ini karena akan aman, terlindungi, terayomi, oleh kaum Adam penghuni kelas.
Belum juga bulu kuduk Alisha kembali rebah karena suara tawa si jutek tadi, Teguh dan Odink sudah masuk ke dalam kelas. Kedua cowok itu menatap takjub gerombolan kakak kelas XII yang tumben-tumbennya masuk ke kelas mereka.
“Haiiii, Kakak, ada apa nih? Cari aku ya?” tanya Odink, si raja debus dengan wajah sumringah. Dia tahu, ini bukan waktunya bercanda, tapi tetap saja cowok itu bertanya sambil cengengesan.
Si jutek mengangkat salah satu sudut bibir. Wajah sinisnya membuat Odink senang karena berhasil membuat si Jutek bereaksi.
“Diam, kamu!” Bentakan si Jutek langsung membuat Odink ngeper.
“Hei, Alisha! Dengar, ya!! Kalau sampai kamu jalan bareng lagi sama Rafa, aku akan bikin perhitungan sama kamu!” bisik si Jutek dengan mendekatkan wajah ke Alisha. Kata-katanya penuh tekanan dan intimidasi.
Sebagai pamungkas, satu gebrakan tangannya ke meja Alisha membuat tubuh gadis manis itu menjengkit karena terkejut. Wajahnya pucat. Benar-benar tidak menduga tangan kurus si Jutek ternyata bisa membuat suara keras di meja. Tapi tunggu dulu! Setelah menggebrak meja tadi, mulut si Jutek agak meringis. Rasain kamu! Emangnya enak? Sok-sokan gebrak meja?!
Setelah memberi pesan yang membuat bulu roma Alisha berdiri lagi itu, si Jutek bersama tiga teman lainnya pergi meninggalkan kelas.
Tanpa dikomando, yang ada di dalam kelas langsung menggeruduk meja Alisha. Seketika kekepoan muncul tanpa aba-aba. Tanya ini dan itu mengapa kakak kelas bisa kesasar masuk kelas mereka dan mencarinya. Gadis manis bertubuh mungil itu hanya mengedikkan bahu. Dia juga tidak tahu akar masalahnya. Rafa? Siapa Rafa? Upsss!! Mungkinkah cowok itu?
(Bersambung)
****
Mohon maaf, bersambung yaaa ….
#Tagur Hari ke-226
#Cerber bagian pertama
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan