Raffa dan Alisha (Bagian 2)
Raffa dan Alisha
(Bagian 2)
Oleh: Siti Khotijah
Baru dua minggu jadi murid kelas IX di SMA Nusantara, Alisha sudah menjadi bintang utama panggung sandiwara … ceilaaaah. Peristiwa Karen, nama si Jutek yang ternyata ketua geng cewek “Joker the Killer” masuk ke kelas Alisha menjadi buah bibir seantero pelosok SMA Nusantara.
Sepak terjang Karen di dunia perundungan tidak perlu disangsikan lagi. Berkali-kali dipanggil guru BK, bahkan diskors karena perilaku koboinya bersama teman-teman segengnya, tidak membuat cewek ini kapok. Posisi papanya sebagai donatur tetap di SMA Nusantara menjadikan pihak sekolah tidak berani melakukan tindakan tegas kepada Karen. Asal tidak ada ada laporan dari korban yang menjadi target rundungannya, pihak sekolah akan tutup mata dan tutup telinga. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya selama ini hanya sekadar formalitas. Dengan begitu, pihak sekolah terkesan bertanggung jawab dengan semua kejadian yang terjadi di lingkungan sekolah.
Senin pagi hari itu hampir separuh siswa di SMA Nusantara heboh. Mading di sepuluh lokasi yang ada di tiap sudut sekolah semuanya memasang foto yang sama. Foto seorang cowok yang membungkuk di depan seorang gadis. Kalau dicermati, sepertinya si cowok berusaha membantu gadis yang terduduk di aspal itu untuk berdiri. Tangan kanan cowok itu mengulur meraih tangan si gadis. Mata mereka saling tatap. Sekilas siapa saja yang melihat foto ini, kesan romantis ala-ala film “Dilan 1991” tertangkap jelas.
“Sha, sudah tahu belum?” tanya Nira, teman sebangku Alisha sambil mendudukkan pantatnya di samping gadis mungil itu.
“Tahu. Foto itu, kan?” Alisha bertanya balik.
“Betul kamu kan itu? Kenapa bisa sama Mas Rafa?” Nada bertanya Nira sarat penasaran. Alisha menolehkan kepala. Satu alisnya terangkat. Wajah terkejut tak bisa ditutupinya.
“Jadi, itu yang namanya Rafa?”
Alisha jadi ingat peristiwa Karen masuk kelas X-1 sehari sebelumnya. Gadis itu mengancamnya jika ia masih berani jalan bareng sama Rafa. Jalan bareng? Kapaaaan juga ia jalan bareng sama Rafa? Alisha mengernyitkan dahi.
“Iiiiiiih … sebel deh! Ditanya malah nanya balik terus. M-A-S R-A-F-A! Pakai Mas! Gak sopan banget kamu manggil kakak kelas cuma namanya saja,” gerutu Nira sambil mengeluarkan buku paket dari tasnya.
“Aku gak tahu siapa itu Rafa! Siapa memangnya si Rafa itu?” Alisha kembali bertanya.
“Tauk ah gelap!” jawab Nira sedikit jengkel.
“Aku kan betulan gak tahu, Ra! Kasih tahu dong, Ra! Kasih tahu ya! Ya! Kamu kan sahabatku dari TK, SD, SMP, dan eeeeh … ketemu lagi sama kamu di SMA. Satu bangku lagi! Hehehe ….” Alisha merajuk ke Nira. Kepalanya disandarkan ke pundak sahabat abadinya itu.
Nira baru sadar. Alisha, sahabat dari kecil sampai sekarang mereka sudah duduk di bangku SMA ini memang cueknya gak ketulungan. Saking cueknya, bahkan cowok nomor satu paling dicari dan diperebutkan oleh kaum Hawa se-SMA Nusantara saja tidak tahu. Nira juga baru ingat, dua minggu menjadi murid SMA Nusantara, ia memang tidak pernah bercerita mengenai Rafa yang sudah didengarnya dari kakak kelas yang juga sepupunya.
Kapten tim basket SMA Nusantara dengan segudang prestasi. Selain jago basket, cowok itu ternyata juga tergabung di teater Tanda Tanya SMA Nusantara. Dua kegiatan yang bertolak belakang tapi mampu dilakoni oleh Rafa. Satunya membutuhkan ketangkasan fisik, satunya lagi membutuhkan kepekaan rasa. Di mana lagi menemukan cowok seperti Rafa kalau tidak di SMA Nusantara? Uwehehehe ….
****
Mohon maaf, bersambung yaaa ….
#Tagur Hari ke-227
#Cerber bagian kedua
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan