Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Raffa dan Alisha  (Bagian 5)
https://www.popbela.com/relationship/dating/windari-subangkit/ilustrasi-romantis-punya-pacar-di-sekolah

Raffa dan Alisha (Bagian 5)

Raffa dan Alisha

(Bagian 5)

Oleh: Siti Khotijah

Pagi itu lapangan sekolah dipenuhi murid-murid dari tiga kelas yang jam pertamanya pelajaran olahraga. Terlihat tiga guru olahraga mengondisikan kelasnya masing-masing. Kelas X-1, berkumpul di tengah lapangan voli. Kelas XI-1 sedang melakukan pemanasan di tengah lapangan futsal. Kelas XII-1, kelas pemegang hierarki tertinggi, berkumpul di lapangan basket. Baru kali ini tiga kelas itu tumplek blek jadi satu di tiga lapangan yang berbeda. Karena Pak Yayan, guru olahraga di kelas X-1, mengikuti diklat, dua minggu kelas Alisha jam kosong di jam olahraga.

Setelah Pak Yayan mengabsen semua murid, selanjutnya beliau memberi contoh beberapa gerakan pemanasan. Sesekali terdengar teriakan Pak Yayan memberi semangat yang dibalas dengan teriakan yang tak kalah semangatnya juga dari beberapa murid laki-laki.

“Setelah ini, silakan kalian berlari dua kali putaran mengelilingi lapangan. Ingat! Ambil jalur yang di luar garis lapangan supaya tidak menganggu kelas lain yang sedang berolahraga di sana. Mengerti!” teriak Pak Yayan.

“Mengerti, Pak.” Jawaban hampir serentak mengobarkan semangat berolahraga di kelas Alisha.

Priiiiiiiiiit ….

Pak Yayan membunyikan peluitnya dan memberi aba-aba agar mereka segera berlari. Kebetulan Alisha yang berdiri di barisan depan paling ujung otomatis menjadi pelari pertama. Baru setengah putaran, formasi sudah amburadul. Beberapa teman laki-laki tidak tahan jika harus berlari di belakang Alisha yang kakinya pendek. Mereka mendahului berlari meninggalkan teman-teman lain. Nira yang akhirnya ada di samping gadis itu. Sambil berlari kecil, keduanya bergurau dengan saling dorong. Saat melewati lapangan basket, teriakan-teriakan usil terdengar. Kakak kelas mereka tidak akan dengan mudah membiarkan adik kelas melewati daerah kekuasaannya. Kalau dari bayi bawaannya centil, disoraki kakak kelas malah membuat mereka girang setengah mati. Naura contohnya. Cewek tercantik di kelas XI-1 itu sepanjang berlari selalu tersenyum. Bahkan, dengan pedenya dadah-dadah ke arah gerombolan cowok yang ada di pinggir lapangan basket itu.

“Hei ….” Ada suara yang menyapa di samping Alisha. Refleks gadis itu membalasnya.

“Hei ….” Tanpa menoleh ke sumber suara, Alisha tetap berlari kecil di pinggir lapangan. Tunggu dulu! Perasaan tadi yang berlari di sampingnya si Nira, tetapi mengapa suara berat yang barusan didengarnya?

Seketika langkah kakinya melambat sebelum akhirnya benar-benar berhenti. Kepalanya mendongak dan menemukan pemilik suara berat yang sedang tersenyum ke arahnya. Alisha membeku di tempatnya. Raffa? Kenapa kakak kelas idola semua cewek satu sekolah ini ikut berlari di sampingnya? Kebingungannya semakin sempurna saat ia menengok ke belakang. Semua teman yang ada di belakangnya menghentikan larinya. Mata mereka melotot tak percaya melihat pemandangan di depannya: Raffa yang ikut berlari di samping Alisha.

“Hei, anak baru. Malah bengong. Itu!” Suara Raffa berhasil menyadarkan cewek mungil itu. Kata “itu” Raffa diikuti pandangannya ke bawah. Dengan dagunya cowok itu ingin menunjukkan sesuatu. Alisha yang belum ngeh maksudnya, tanpa sadar malah menatap lekat-lekat wajah tampan Raffa. Seketika suitan usil dan teriakan-teriakan setengah melengking dari pita suara cewek-cewek yang entah dari mana asalnya terdengar. Spontan Alisha melihat ke atas balkon di tingkat dua. Letak kelas dua belas berada. Dilihatnya Karen beserta teman segengnya ada di antara deretan cewek-cewek yang berteriak-teriak itu. Beberapa kelas di atas ternyata masih belum memulai pelajaran di jam pertama karena gurunya belum masuk ke kelas. Makanya mereka leluasa melihat aktivitas para siswa yang kebetulan ada pelajaran olahraga di jam pertama.

Kehebohan di lapangan di pagi itu juga membuat beberapa guru keluar dari kelas. Mereka memastikan keriuhan yang terjadi di lapangan.

“Entar jatuh lagi baru tahu rasa ya!” kata Raffa. Kepala Alisha menunduk melihat ke bawah. Tali di salah satu sepatunya terlepas. Bukannya segera menalikan lagi, Alisha masih berdiri kaku.

“Sengaja, ya? Biar jatuh lagi kayak yang kemarin itu?” kata Raffa lagi. Cowok itu tiba-tiba saja berjongkok dan membetulkan tali sepatu Alisha. Seketika suit-suit dan jeritan para cewek yang berjejer semakin banyak di balkon pecah. Keringat meluncur dari kedua pelipis Alisha. Bukan karena berlari, tapi efek dari kejadian tak terduga itu.

Malu bercampur kesal, itulah yang dirasakan gadis itu. Ia bisa membayangkan apa yang terjadi setelah ini. Tatapan-tatapan tidak suka yang bakal diterimanya dari para cewek pengagum Raffa. Foto di mading buktinya. Sebelum ia tersadar dengan apa yang dilakukan Raffa, cowok itu berdiri dan balik badan. Raffa berlari kecil dan berkumpul lagi dengan teman-temannya di lapangan basket. Kedatangannya disambut sorak-sorai teman-temannya. Pak Agus, guru olahraga mereka, langsung menghadiahi Raffa dengan hukuman push up dua puluh lima kali karena telah membuat kehebohan di lapangan.

Teman-teman Alisha baru berani mendekatinya setelah Raffa berlalu dari situ. Acara berlari mengelilingi lapangan berubah menjadi acara meet and greet. Alisha menjadi target dan pusat kerumunanan teman-temannya. Pertanyaan mengapa dan bagaimana bergantian keluar dari mulut mereka. Alisha yang kebingungan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak gatal. Kerumunan itu baru bubar setelah Pak Yayan meniup peluitnya keras-keras. Dengan berteriak beliau mengingatkan mereka agar melanjutkan berlari mengelilingi lapangan.

(Bersambung)

****

Mohon maaf, bersambung yaaa ….

#Tagur Hari ke-231

#Cerber bagian kelima

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post