Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Raffa dan Alisha  (Bagian 6)
https://www.popbela.com/relationship/dating/windari-subangkit/ilustrasi-romantis-punya-pacar-di-sekolah

Raffa dan Alisha (Bagian 6)

Raffa dan Alisha

(Bagian 6)

Oleh: Siti Khotijah

Sejak kejadian di lapangan itu, Alisha menjadi lebih waspada terhadap Karen dan kawan segengnya. Pada jam istirahat hari itu, Karen mengajak dua kawannya nglurug lagi ke kelas X-1. Sama seperti kejadian pertama, Karen langsung mendatangi bangku Alisha. Bedanya, kali ini ada Odink, Amir, Galih, dan Mamat di kelas. Empat cowok teman sekelas Alisha itu langsung mencegat langkah Karen. Cewek yang sudah kerasukan setan itu langsung menonjok wajah Odink. Untungnya Odink bisa menghindar dan menangkap tangan Karen. Gadis itu berteriak dan mengancam akan membuat perhitungan dengan siapa pun yang melindungi Alisha. Karena semua tahu, Karen anak ketua yayasan sekaligus penyumbang donasi terbesar di SMA Nusantara, tak ada yang berani melakukan tindakan kepadanya.

Sejak itu, benih-benih benci mulai bertunas di hati Alisha. Raffa dianggapnya biang kerok dari masalah ini. Apalagi sosoknya tidak pernah muncul sekadar meminta maaf kepadanya. Gadis itu beranggapan, mustahil Raffa tidak tahu tentang sepak terjang Karen yang mulai mengintimidasinya.

“Sha … siapa itu yang datang, Sha?” Nira agak terbata mengucapkan pertanyaan itu. Baru saja Bu Magda keluar dari kelas, dan semua yang ada di dalam kelas bersiap untuk semburat menyerbu kantin, sosok jangkung itu sudah berdiri di depan pintu. Seketika yang di dalam kelas menghentikan gerakan. Sedikit kaget dengan kedatangan tiba-tiba Raffa di kelas mereka.

Alisha hanya bengong ketika Raffa dengan wajah tanpa ekspresi sudah berada di depan mejanya. Belum sempat bertanya apa maunya cowok itu mendatanginya, tangannya sudah dicengkeram Raffa. Dengan sedikit kasar memaksa Alisha untuk berdiri.

“Aow, apa-apaan sih? Sakit tau!” bentak Alisha sambil menepis tangan Raffa. Bukannya melepas, cowok itu semakin kuat mencengkeram pergelangan tangan Alisha.

“Ikut aku!” kata Raffa singkat.

“Gak mau,” jawab Alisha dengan mata menatap tajam tepat di manik mata Raffa.

“Kakak jangan memaksa dong! Alisha kan tidak mau.” Rizal, ketua kelas X-1 memberanikan diri berkomentar. Apa pun dan bagaimana pun, dirinya yang sudah dipilih sebagai ketua kelas harus bisa melindungi anak buahnya. Bukannya mendapat jawaban, tatapan tajam Raffa malah menyergapnya. Kharisma Raffa membuatnya takluk dan keder. Yang lainnya pun tak berani lagi bersuara. Nira yang ada di samping Alisha pun hanya bisa menundukkan kepala. Suasana kelas menjadi tegang dan mencekam.

“Ikut aku sekarang!” kata Raffa lagi.

Sebenarnya Alisha ingin sekali menendang tulang kering Raffa yang dianggapnya telah kurang ajar kepadanya. Tetapi, gadis itu tahu diri. Jika ia terlalu berani kepada kakak kelas yang sekarang ada di depannya ini, tidak menutup kemungkinan teman-temannya juga terkena imbasnya. Reputasi Raffa di sekolah ini tidak main-main. Cowok itulah yang membawa tim basket SMA Nusantara disegani oleh tim dari SMA lain. Urusan berseni peran juga beberapa kali mengantarkannya sebagai pelakon terbaik di beberapa ajang lomba teater. Yang harus diperhitungkan juga, orang tua Raffa juga termasuk deretan penyokong dana terbesar untuk SMA Nusantara. Pengikut setianya tentulah banyak. Entah itu benar-benar sahabat dalam arti yang sesungguhnya, ataukah hanya teman yang suka menjilat agar bisa bisa terus berdekat-dekatan dengannya. Siapa yang tahu?

Jika baru pertama kali bertemu dengan Raffa, memang kesan pertama yang tertangkap adalah sosok cowok slengekan dan cuek. Kesan itu akan luntur jika sudah akrab dengannya. Posisi kapten di tim basket sekolah menjadikannya pemimpin yang bisa diandalkan. Hanya saja sikap cueknya itu yang terkadang disalahartikan oleh lainnya dengan sombong. Raffa memang irit bicara. Kalau tidak ada yang penting untuk dibicarakan, ia lebih memilih diam. Seperti sekarang ini. Tanpa penjelasan yang bisa dimengerti Alisha, tiba-tiba saja ia mengajak gadis itu untuk mengikutinya. Jelas saja gadis mungil itu menolak, bahkan terkesan membangkang.

Melihat teman-temannya tidak beranjak dari tempatnya, Alisha baru menyadari situasi. Kalau ia tetap menolak untuk tidak ikut, sedangkan Raffa tetap memaksanya, bakalan tidak ada yang berani keluar kelas. Alamat perut keroncongan menahan lapar karena melewatkan jam istirahat. Dengan terpaksa Alisha berdiri dan mengikuti kemauan Raffa. Masih dengan wajah datarnya, Raffa menggandeng tangan Alisha keluar dari kelas. Seketika luapan lega keluar dari tiga puluh satu mulut yang ada di kelas.

“Alisha mau dibawa ke mana?” kata Nira sedikit khawatir.

“Zal, kamu kan ketua kelas, ikuti mereka dong!” kata Pipit yang diiyakan oleh sebagian teman-teman cewek Alisha.

“Katanya kelas jawara. Preeet … mana? Jawara apanya?” celetuk Icha dengan nada kesal.

“Kalian tahu sendiri kan, siapa itu Raffa? Pakai ngajak dua temannya, lagi! Takut tau!” teriak Odink.

“Sssttt … jangan keras-keras! Kedengeran mereka bisa modar kita!” bisik Mamat mengingatkan.

“Ayo, Dink, kita ikuti diam-diam!” usul Rizal.

“Lhah, mau ngikuti gimana? Mereka ke mana?” ujar Odink.

“Kalian kebanyakan cingcong, cepat sana! Memangnya sekolah kita ini seluas lapangan sepak bola?” gerutu Nira.

Rizal dan Odink akhirnya keluar untuk menguntit mereka. Setidaknya bisa memastikan, Alisha baik-baik saja bersama Raffa dan dua temannya itu.

(Bersambung)

****

Mohon maaf, bersambung yaaa ….

#Tagur Hari ke-233

#Cerber bagian keenam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post