Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sesal yang Terlambat
https://id.pinterest.com/pin/579275570811903351/

Sesal yang Terlambat

Sesal yang Terlambat

Oleh: Siti Khotijah

Iring-iringan geng motor Rangga berhenti mendadak. Tepat di jalan menikung, rombongan motor lain mengadang mereka. Melihat wajah-wajah menantang dengan berbagai senjata tajam di tangan, jelas akan ada pertempuran memperebutkan daerah kekuasaan malam ini.

Teriakan ‘serbu’ entah siapa yang melontarkan menaikkan darah muda kedua kelompok. Sambitan dan lontaran senjata rahasia seketika memanaskan suasana. Rangga dengan keberanian level seratus menerjang musuh. Tidak ada warga yang berani membubarkan dua kelompok yang sedang kesetanan itu. Tetapi, tidak dengan seorang sekuriti sebuah supermarket yang berada di dekat medan pertempuran itu.

Rangga tersungkur menghantam aspal. Bukan karena terluka atau menghindari senjata lawan, tetapi ia ditubruk dari belakang oleh tubuh lain. Dirasakannya ada dua tangan yang mendekap seperti menahan tubuhnya agar tidak berdiri. Punggungnya merasakan sesuatu yang basah dan hangat. Sekuat tenaga dibaliknya tubuh yang menindihnya itu. Seketika tangisan Rangga memecah hiruk-pikuk malam itu. Wajah bapaknya yang penuh darah. Rupanya, bapak Rangga yang bekerja sebagai sekuriti di supermarket itu mengetahui keberadaannya. Rangga saja yang tidak tahu jika bapaknya ikut terlibat dalam tawuran. Sayatan panjang sebuah pedang melukai punggung bapaknya. Rangga baru sadar, ternyata bapaknya berusaha melindunginya dari sabetan pedang itu. Nasi sudah menjadi bubur. Kenakalannya harus ditebus dengan nyawa bapaknya. Dengan hati penuh sesal, Rangga memeluk erat-erat tubuh bapaknya. Tidak peduli lagi dengan nyawanya yang juga terancam.

#Tagur hari ke-248

#Pentigraf ke-101

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post