Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bahagia Itu Sederhana
Foto Pribadi

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia Itu Sederhana

Oleh: Siti Khotijah

Membicarakan “bahagia”, mungkin masing-masing orang berbeda dalam memaknainya. Ada yang mengartikan bahagia adalah kondisi emosi dengan karakter rasa senang, penuh syukur, dan puas. Definisi ini memag bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Namun, benang merahnya ada pada kepuasan terhadap hidup.

Penulis tidak akan membicarakan definisi atau kondisi seperti apa yang bisa disebut bahagia itu. Penulis hanya membagikan sedikit cerita tentang bahagia yang memayungi keluarga penulis malam ini.

Tidak bisa dipungkiri, pandemi yang masih menebar teror selama hampir satu setengah tahun ini membuat kita tidak bisa ke mana-mana. Ruang gerak dan interaksi dibatasi demi memutus rantai penyebaran virus yang semakin menggila akhir-akhir ini. Bahkan, rencana tatap muka dengan membuka sekolah pada tahun pelajaran baru berakhir ditunda. Kembali kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring.

Rasa bosan dan jenuh terkadang timbul menghadapi situasi yang sama dalam waktu lama. Oleh sebab itulah, penulis berusaha menghalau kebosanan itu dengan mengajak anak-anak membuat sesuatu di waktu-waktu tertentu. Yang lebih sering memang mempraktikkan membuat kue dengan melihat tutorial di YouTube. Meski lebih sering gagal karena rasanya yang tidak keruan, tapi kebersamaan saat membuatnya menyingkirkan rasa yang tidak enak itu. Kami akan mengabadikan dulu hasil karya spektakuler itu sebelum kemudian dimakan ramai-ramai. Ada kepuasan tersendiri saat menikmati sesuatu dari kerja keras kita sendiri.

Malam ini setelah salat isya, anak-anak sudah heboh mengajak penulis untuk membuat sesuatu yang istimewa kesukaan mereka: burger. Sebelumnya, penulis sudah membeli bahan-bahannya. Jagoan kecil penulis kebagian menumis bawang bombay dan daging burgernya. Dua kakak perempuannya menjadi pemandu sorak untuk dia yang antusias di depan kompor dengan tumisannya. Gelak tawa riuh di dapur saat kakak-kakaknya menertawakan gayanya membalik daging burger. Ketiganya memang maniak acara Master Chef di sebuah stasiun televisi, sehingga pembicaraan mereka di dapur ya seputar acara itu.

Semua bahan akhirnya sudah siap untuk diracik. Kakak-kakaknya kali ini yang beraksi. Burger ala kadarnya akhirnya jadi juga. Penulis malam ini hanya sebagai pengawas. Maklum, lidah penulis ternyata tidak cocok dengan krabby patty-nya Spongebob itu … heheh …

Itulah cerita kebahagiaan yang dirasakan penulis bersama anak-anak malam ini. Bahagia itu memang harus kita sendiri yang menciptakan. Letaknya di hati. Tidak harus berwujud materi berlimpah untuk bahagia, cukup dengan kebersamaan bersama keluarga kecil kita.

#Tagur hari ke-269

#Kolom ke-28

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post