Di Balik Tangan Menengadah
Di Balik Tangan Menengadah
Oleh: Siti Khotijah
Tangan kurus menengadah meminta
berharap receh tak seberapa
dari dermawan berhati mulia
yang memberi dengan senyum
juga kata-kata tak menyakitkan
///
Sudah diabaikannya rasa malu
karena bekerja dengan cara seperti itu
ada mulut-mulut lapar yang harus makan
sedang sang kepala keluarga pergi entah ke mana
tinggal dirinya seorang harus bertarung dengan kerasnya hidup
///
Tidak ada yang mau hidup terlunta
sebab pandemi ia tak bisa bekerja
pekerjaan lama telah mem-PHK
ia pun tak ingin meminta-minta
tapi apa daya kebutuhan tak bisa ditunda
///
Itulah cerita seorang peminta-minta
yang kutemui tadi siang
hati trenyuh mendengar kisahnya
apa daya telinga ini hanya bisa mendengar
tak bisa memberi solusi
///
Semoga yang tak seberapa ini
bisa meringankan sedikit beban
perut-perut lapar yang bisa makan
semoga juga ada jalan keluar
hingga ia tak menengadahkan tangan lagi
#Tagur hari ke-279
#Puisi ke-54
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
