Ketika
Ketika
Oleh: Siti Khotijah
Ketika hati tak lagi punya mata
Empati pun hilang entah ke mana
Tak peka dengan sesama
Tak peduli dengan perkataan yang mengingatkan
Angkuh dengan pendirian yang terkadang menyesatkan
Arogan selalu mengiringi setiap tutur kata dan perilakunya
///
Ketika hati kehilangan nurani
Semua dimaknai dengan materi yang menjanjikan
Membuat keputusan hanya untuk kebanggaan semata
Tak peduli berapa banyak yang kecewa karenanya
Gelap membayang di setiap langkah yang diambil
Abaikan semua yang sudah mendukung dan membantunya
///
Ketika sudah telalu jauh terjerumus
Kesadaran mulai mewujud satu per satu
Mengingatkan lagi semua yang telah diperbuat
Malangnya … semua tak bisa kembali seperti semula
Hanya menunggu waktu untuk jatuh dan tersungkur
Senyum kesombongan tak lagi merekah di bibir yang penuh kepalsuan
#Tagur hari ke-315
#Puisi ke-74
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
