Siti Khotijah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mabuk Cilok
https://resepmasakanku.net/3-bagaimana-menyiapkan-cilok-empuk-gak-keras-kalau-dingin-enak/

Mabuk Cilok

Mabuk Cilok

Oleh: Siti Khotijah

Si bungsu demo. Bukan demo memprotes PPKM yang bersekuel-sekuel alias to be continued, tetapi unjuk gigi di dapur. Entah karena bosan efek belajar daring atau memang masanya ingin mencoba sesuatu yang baru, si bontot tiga hari berturut-turut praktik “memasak”. Tentunya masak makanan kesukaannya sendiri. Cilok!

Berawal dari membeli cilok yang ternyata “tidak enak” menurut lidah Dafi, putera bungsu saya, bocah kelas enam itu akhirnya nekat mau membuat sendiri. Bermodal memutar berulang-ulang video tutorial membuat cilok di YouTube, dengan percaya diri ia meminta dibelikan terigu dan tapioka. Berdasarkan pengalaman, dua bahan itu kebetulan selalu tersedia di dapur. Bukan karena saya suka berkreasi membuat kue atau jajanan tradisional, tetapi Dafi yang suka bergerilya di dapur membuat papeda. Iya, sebelumnya ia sudah keranjingan membuat papeda seperti yang dijual di depan sekolahnya dulu. Makanan berbahan tapioka, telur, dan bumbu tabur beraneka rasa itu setiap sore selalu ikut nangkring di meja makan. Kebetulan kakak-kakaknya juga suka ngemil sehingga papeda buatan Dafi selalu ludes.

Tiga hari yang lalu, Dafi bertanya-tanya kepada dua kakak perempuannya itu. Kali ini yang ditanyakan adalah bagaimana membuat cilok yang enak. Jawaban dua kakaknya setali tiga uang. Mereka menyuruh Dafi untuk mencari video tutorialnya di YouTube. Sebenarnya saya tahu, pertanyaannya itu ada udang di balik batu. Si bungsu sebenarnya meminta bantuan kakak-kakaknya itu untuk membantunya di dapur. Karena kasihan, saya meminta mereka untuk membantu adiknya di dapur. Awalnya mereka menolak dengan alasan supaya Dafi bertanggung jawab dengan pekerjaannya sendiri. Kalau sudah memutuskan mengerjakan sesuatu, harus diselesaikan sampai tuntas meskipun tidak ada yang membantu. Betul juga sih pendapat mereka.

Singkat cerita si bungsu akhirnya “umek” sendiri di dapur. Ternyata ia menolak saat saya menawarkan diri untuk membantunya. Dengan percaya diri, ia mengatakan kali ini akan berhasil membuat cilok istimewa tanpa bantuan siapa pun. Saya akhirnya hanya membantu menyiapkan bahan-bahan membuat cilok. Terigu, tapioka, telur, blueband, bumbu tabur, garam, merica bubuk, dan teflon sudah siap semuanya. Sebelum meninggalkan dapur, saya sudah berpesan kepadanya agar nanti merapikan dapur lagi setelah selesai memasaknya.

Setengah jam berlalu, dengan wajah cemberut Dafi laporan ke kakak-kakaknya jika adonan ciloknya tidak seperti di YouTube. Karena penasaran, akhirnya saya masuk ke dapur untuk memastikan. Adonan yang seharusnya bisa dibentuk bulat-bulat seperti pentol bakso malah lembek kebanyakan air. Saya panggil lagi Dafi untuk menuntaskan acara memasak ciloknya. Saya menyuruhnya untuk menambahkan terigu dan tapioka lagi di adonannya tadi. Senyumnya langsung melebar setelah tahu adonan akhirnya bisa kalis dan dibentuk bulat-bulat. Tetapi, ada yang membuat kepala saya seketika nyut-nyutan. Lantai dapur, kompor, dan meja di dapur menjadi putih penuh dengan tepung yang berserakan. Cipratan adonan juga mampir di dinding dapur. Ingin tepok jidat seribu kali rasanya. Saya tidak tahu, polahnya seperti apa saat membuat adonan tadi.

Kakak-kakaknya datang membantu Dafi saat mulai memasukkan bulatan cilok ke air mendidih. Saya hanya mendengar suara tawa mereka yang terdengar sampai ruang tengah. Adem rasanya melihat mereka akur di dapur memasak bareng-bareng makanan bernama cilok. Makanan sederhana penyatu keluarga … uehehe ….

Berhasil membuat cilok di uji coba pertama membuat Dafi ketagihan membuatnya lagi. Ini hari ketiga kami menjadi penikmat cilok buatannya. Untuk rasanya lumayan bisa ditoleransi lidah sih … hehehe … gurih-gurih kenyal. Yang membuat pusing, saya selalu kerja rodi membereskan area dapur yang amburadul seperti kapal pecah. Saya tidak tahu, Dafi demonstrasi memasak apa latihan silat ya? Tidak apa-apa, yang penting Dafi senang dengan hobi barunya itu.

#Tagur hari ke-308

#Kolom ke-28

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post